Merayakan ulang tahunnya yang ke-42, Miwon Indonesia meluncurkan program CSR Pedagang Tangguh Miwon.

Program Pedagang Tangguh Miwon merupakan pemberdayaan para pedagang golongan ekonomi lemah, khususnya pedagang bakso melalui kegiatan pembinaan, pelatihan dan pendampingan selama satu tahun kepada peserta kegiatan. Selain itu, para pedagang juga akan mendapat bantuan sarana berupa gerobak dan peralatan usahanya, serta tambahan modal usaha.
Hingga saat ini program Pedagang Tangguh Miwon sudah berlangsung untuk ke empat kalinya. Di tahun ini ada 52 pedagang bakso yang ikut program Pedagang Tangguh Miwon. Untuk kegiatan pemberdayaan ini, Miwon Indonesia bekerjasama dengan Dompet Dhuafa yang akan berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan. Baca Juga: iB Blusukan, Edukasi ala Perbankan Syariah
Presiden Direktur Miwon Indonesia Kim Du Rean, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk berbagi kebahagiaan dengan pedagang kecil yang kurang beruntung, tapi punya semangat kuat untuk maju dan sukses. “Pedagang terpilih dari seleksi yang cukup ketat. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa kami akan memberdayakan 52 pedagang bakso tahun ini sebagai bagian dari program CSR Pedagang Tangguh Miwon,” kata Kim saat peluncuran program di Kantor Pusat Miwon, Senin (9/11).
Secara total sejak dimulainya program ini empat tahun lalu, total peserta program Pedagang Tangguh Miwon sebanyak 250 pedagang bakso di seluruh penjuru DKI Jakarta, khususnya dari golongan ekonomi lemah. “Kami berharap dan yakin dengan memberikan kesempatan untuk menjadi pedagang tangguh Miwon, tahap kesejahteraan mereka yang terpilih dalam program ini akan menjadi lebih baik,” tukas Kim. Baca: Membangun Kesejahteraan Berbasis Pesantren
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi, menuturkan dari evaluasi pelaksanaan program Pedagang Tangguh Miwon sebelumnya, kini terdapat pedagang yang sudah menjadi pemilik warung bakso, sehingga tidak lagi harus berkeliling menjajakan produknya. “Jadi kalau hari ini punya satu gerobak, mudah-mudahan kedepan punya satu warung dan dua gerobak,” cetus Yuli. Sebelumnya sudah ada 198 pedagang tangguh yang dibina sejak 2011.

