Mufti Agung Arab Saudi, Abdul Aziz Alu bin Abdullah Syaikh.

Mufti Agung Arab Saudi : ISIS adalah Tentara Israel

[sc name="adsensepostbottom"]

Mufti Agung Arab Suadi, Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh menegaskan, bahwa para militant Islamic State (Deash/ISIS) adalah tentara Israel. Aliansi militer yang dipimpin Arab Saudi akan mengalahkan kelompok terorisme tersebut.

Mufti Agung Arab Saudi, Abdul Aziz Alu bin Abdullah Syaikh.
Mufti Agung Arab Saudi, Abdul Aziz  bin Abdullah Alu Syaikh.

Pernyataan  Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh itu mengemuka setelah Abu Bakr Al-Baghdadi, pemimpin ISIS, menyerukan pemberontakan di Arab Saudi dan berjanji untuk menyerang Israel. Komentar itu disampaikan Al-Baghdadi dalam sebuah rekaman audio yang diliris pada Sabtu pekan lalu.

Sebagaimana diliris dari  Saudi Gazette, Selasa (29/12), Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh menilai mengancam  kelompok ekstremis ISIS untuk menyeral Israel merupakan sebuah kebohongan belaka. Menurut Abdul Azis, kelompok teroris yang bersalin nama dari Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) itu adalah bagian dari negara Israel.

“Ancaman terhadap Israel itu hanya sebuah kebohongan. Sebenarnya, Daesh adalah bagian dari tentara Israel,” tegas Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh

Mengkritisi kelompok militant ISIS, dia menegaskan, kemunculan organisasi penebar teror itu membawa kemudaran dan membahayakan Islam dan Muslim. Menurutnya, kelompok itu tidak bisa dikategorikan sebagai pengikut Islam. Sebaliknya, mereka adalah perpanjangan tangan Khawarij, yang bangkit memberontak melawan kekhalifahan Islam untuk pertama kalinya dengan melabelkan Muslim, sebagai kafir dan mengizinkan menumpahkan darah mereka.

Mufti Agung juga mengecam kelompok teroris ISIS sebagai organisasi korup dan tidak Islami. Ia menyebut ISIS mengikuti sebuah ideology yang tidak memiliki hubungan paralel dalam sejarah Islam. “Mereka yang bergabung dengan ISIS adalah orang-orang naïf dan miskin pengetahuan,” tegas Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaik.

Pada 15 Desember 2015 lalu, Saudi mengumumkan pembentukan koalisi militer beranggotakan 34 negara untuk memerangi terorisme. Negara tersebut yaitu Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Malaysia, Pakistan, Teluk Arab dan negara-negara Afrika bagian dari alinasi ini. Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh pun berkeyakinan aliansi antiterorisme pimpinan Saudi itu akan berhasil menumpas ISIS.