Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Muhammadiyah Harus Kuasai Perdagangan

[sc name="adsensepostbottom"]

Muhammadiyah mendorong anggotanya menjadi wirausaha yang mampu menguasai perdagangan dan perekonomian Indonesia, sehingga tidak tertindas sistem perdagangan negara lain.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah mendorong anggotanya menjadi wirausaha. Langkah ini sangat penting karena akan membawa penguasaan perdagangan dan perekonomian Indonesia, yang pada akhirnya menunjang dakwah Islamiyah.

“Kalau umat Islam tidak menguasai ekonomi, maka berdampak negatif pada dakwah Islamiyah,” kata Din, saat kunjungan bazar menjelang pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makasar, Minggu (2/7).

Agama Islam, tegas Din, masuk melalui perdagangan. Bahkan para nabi banyak yang menjadi pedagang sambil melakukan dakwahnya. Karena itu, sekarang hilang alasan bagi umat Islam untuk tidak menguasai perdagangan dan perekonomian.

Menurut Din, dengan penguasai perdagangan, kelak umat dapat wujudkan kekuatan yang sangat besar. Sehingga umat nantinya tidak bisa lagi dimonopoli oleh hal apapun atau negara lain yang ingin menghancurkan Islam.

”Saat ini umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah mulai terpuruk dalam bidang perdagangan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mereka sangat baik dalam menjalankan perdagangan dan perekonomian,” tukas Din.

Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Din yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI ini, meminta Muhammadiyah tidak mengabaikan kekuatan ekonomi. Din meminta agar bazar-bazar sering digelar dan bukan hanya pada saat menjelang pelaksanaan Muktamar saja.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan Muktamar kali ini, Muhammadiyah menempatkan diri sebagai gerakan pencerahan menuju Indonesia berkemajuan. ”Muhammadiyah berusaha menciptakan Indonesia yang maju dan unggul dalam sebagai bidang, utamanya perdagangan dan perekonomian,” kata Anwar kepada MySharing, saat dihubungi, Senin (3/8).

Lebih lanjut Anwar menuturkan, bagi Muhammadiyah, negara Pancasila merupakan konsensus nasional dan membuktian bahwa Indonesia mampu menjadi negeri aman dan damai. Agar terhindar dari perpecahan, Anwar pun menghimbau umat Islam dari berbagai lapisan berjuang menjadikan Indonesia makmur tidak tertindas sistem perdagangan negara lain. ”Muhammadiyah percaya Indonesia mampu menjadi negara kuat dan berkemajuan di segala bidang. Syaratnya semua pihak,rakyat dan pemerintah berjuang mengerahkan potensi nasional secara optimal,” pungkasnya.