Paket kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla terbaru, yang berupa 9 paket kebijakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dinilai sangat liberal dan syarat kepentingan importir.

Menurut Nadrattuzaman, deregulasi yang semestinya harus dikeluarkan oleh Mendag, adalah mendorong akselerasi eksportir untuk tumbuh dan berkembang, diantaranya adalah pemberian insentif-insentif bagi pelaku usaha berbasis ekspor. Dengan demikian akan berpengaruh besar terhadap keseimbangan neraca perdagangan nasional.
”Selama ini secara makro ekonomi, neraca perdagangan nasional lebih besar impor daripada ekspor dampaknya adalah terhadap nilai mata rupiah sebagai alat pembayaran semakin tertekan. Jika Mendag berorientasi terhadap liberalisasi dengan memperbesar impor, apa artinya kebijakan Jokowi yang berharap agar nilai rupiah bisa stabil. Ini sangat jelas Mendag keluar dari Nawacita,” tegas Nadrattuzaman.
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
- BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center Serahkan Sertifikat Halal untuk 49 UMKM
- CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah

