Muhammadiyah Serukan Boikot Produk Starbucks!

[sc name="adsensepostbottom"]

Ideologi bos Starbucks mendukung pernikahan sesama sejenis tidak sejalan dengan ideologi bangsa Indonesia.

Sejak 26 Juni 2015, CEO Starbucks, Howard Mark Schultz mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Ketika pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks, Schultz secara tegas mempersilahkan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis angkat kaki dari Starbucks.

Schutltz mengatakan, orang-orang yang hanya mendukung pernikahan beda jenis dan mengabaikan pernikahan sesama jenis tidak diperlukan di perusahaan kedai kopi Starbucks.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan, sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks Indonesia.

Menurut Anwar, ideologi bisnis dan pandangan hidup yang Schultz kampanyekan jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila.

“Kita sebagai bangsa, jelas-jelas tidak akan mau sikap dan karakter kita sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya rusak dan berantakan karena kehadiran mereka,” ujar Anwar dalam keterangan resminya yang diterima MySharing, Sabtu (1/7).

Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) ini juga menyerukan kepada seluruh masyrakat Indonesia untuk mempertimbangkan langkah-langkah pemboikotan terhadap produk-produk Starbucks.

“Jika sikap dan pandangan hidup mereka tidak berubah, maka yang dipertaruhkan adalah jati diri bangsa sendiri,” tegas Anwar.

Untuk itulah, Anwar menghimbau masyarakat dan pemerintah dnegan tegas melakukan langkah dan tindakan demi menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara Indonesia. “Kita tidak mau karena nila setitik rusak susu sebelangga,” tukas Anwar.