uang elektonik muhammadyah

Muhammadiyah Terbitkan e-Money DUITMU

[sc name="adsensepostbottom"]

Muhammadiyah menerbitkan e-money, yaitu sebuah uang virtual dengan nama DUITMU. Dengan adanya DUITMU ini warga Muhammadiyah bisa menggunakan uang elektronik  sebagai alat transaksi dalam segala aktifitas keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

uang elektonik muhammadyahKetua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pengurus Pusat (MEK PP) Muhammadiyah, Syafruddin Anhar, dalam keterangan rilisnya mengatakan, dengan adanya e-money  DUITMU,  Muhammadiyah berkeinginan agar ada kemudahan bagi warga Muhammadiyah dalam  bertransaksi, sekaligus mensosialisasikan financial inclusion ke ranah warga Muhammadiyah. “Dengan adanya kegiatan keuangan inklusif diharapkan dapat mendukung stabilitas keuangan yang menjadi landasan pokok bagi pembangunan ekonomi yang kokoh,” kata Syafruddin.

Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dalam mendorong laju ekonomi umat.  Besarnya potensi Muhammadiyah itulah yang mendorong MEK menerbitkan  e-money sebagai uang komunitas untuk bertransaksi. “Dengan DUITMU peredaran uang  Muhammadiyah bisa berputar di lingkungan Muhammadiyah dan tidak kemana-mana  sehingga konsep uang dari, untuk  dan oleh Muhammadiyah bisa terwujudkan,”kata Syafruddin.

Ia menjelaskan DUITMU adalah salah satu dari produk e-money dari MEK PP Muhammadiyah yang basisnya untuk keuangan mikro dan komunitas. Namun, ke depannya Muhammadiyah berencana akan menerbitkan beberapa  e-money yang merupakan kerjasama dengan pihak perbankan dan telekomunikasi.

Amal usaha Muhammadiyah (AUM) mencapai 3.370 TK, 2901 SD/MI, 1.761 SMP/MTs, 941 SMA/MA/SMK, 67 Pondok Pesantren, dan 167 perguruan tinggi. Pada sektor kesehatan tercatat sebanyak 47 Rumah Sakit (PKU), 217 Poliklinik, 82 klinik bersalin. Sementara di sektor ekonomi ada 1 bank syariah (saham Muhammadiyah 2,5 %), 26 BPR/BPRS dan 275 Baitul Maal wat Tamwil/Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), 1 induk Koperasi BTM, 81 Koperasi Syariah, 22 Minimart dan 5 kedai pesisir. Demikian juga pada wilayah sosial, Muhammadiyah memiliki lebih 400 buah panti asuhan, rumah singgah dan sejenisnya.  Takaran kasar total asset Muhammadiyah itu lebih dari Rp 20 triliun.