Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai China adalah pemain global pimpinan ekonomi yang sangat ditakutkan dunia. Pemerintahan Indonesia pun sangat tergantung pada negara Tirai Bambu ini.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi, menyebutkan, arah pemerintahan Indonesia sangat tergantung pada negara China.
Ia menegaskan, kenapa rupiah menguat. Itu karena Menteri Perekonomian, Darwin Nasution, menyatakan mendapat pinjaman dari China sebesar Rp 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS), maka rupiah menguat. Tapi setelah itu, kata dia, hari kesekian tenaganya abis, selesai, rupiah melemah lagi. Dampaknya masyarakat menjerit kebutuhan pokok tetap melejit.
“Nah, ini yang harus dikhawatirkan, China itu kan pemain global pimpinan ekonomi. Semua negara sangat takut dengan hememonial ekonomi China, termasuk arah pemerintah Indonesia fokus pada China, ” kata Muhyidin kepada MySharing, belum lama ini.
Muhyiddin menuturkan, semua produk China menghampiri Indonesia, dan konsumen pun menyerbunya. Bahkan, di Arab Saudi saat ibadah haji, semua produk yang dipasarkan kepada jamaah haji adalah produk China. Seperti, sandal jepit, kaus, kain ikhrom, sorban dan lainnya. “Umat Muslim jadi konsumen terbesar untuk produk-produk China. Ya kita mau bilang apa?,” tegasnya.
Lebih lanjut Muhyiddin menegaskan, Arab Saudi bukan tidak perduli dengan Indonesia, sangatlah perduli. Tapi, pengusaha Arab Saudi tidak mau dagangannya rugi, pasti mau untung besar. Karena dengan membeli produk China harganya murah, kualitas lumayan bagus. Pastinya pengusaha Arab Saudi lebih memilih produk China dibandingkan produk Indonesia.
“Jadi, meskipun Arab negara Islam gabung dengan OKI. Yang namanya bisnis ya bisnis, keuntungan lebih diutamakan,” pungkasnya.

