Sikap prihatin atas kondisi pengungsi Muslim Rohingya yang terdampar di wilayah Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) akan melakukan kegiatan kemanusiaan untuk meringankan beban mereka.

Plt Ketua Umum Walubi, Arief Harsono mengatakan, MUI dan Walubi menyatakan sikap bersama bahwa masalah Muslim Rohingya adalah masalah kemanusiaan yang serius, dan para umat beragama di Indonesia tidak boleh membiarkan saudaranya sesama manusia yang sedang menderita dan teraniaya. “Kami dan MUI akan menggelar aksi kemanusiaan di tempat penampungan pengungsi Rohingya di Aceh dan Sumatere Utara. Umat beragama tidak boleh berdiam diri dengan adanya saudaranya sesama manusia yang sedang menderita, tertindas dan teraniaya,” kata Arief, dalam konferensi pers di Aula MUI Pusat Jakarta, Rabu (20/5).
Lebih lanjut ia menuturkan, Walubi bukan pertama kalinya menggelar aksi kemanusiaan ini. Pada dua tahun lalu ketika Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Indonesia. Walubi dan MUI bersinergi memberikan bantuan meringankan beban mereka. “Kami sangat cinta perdamaian, menyayangi dan mencintai antar umat beragama. Kami pun tidak bisa berdiam diri melihat saudara kami yang tertindas,” ujarnya. Arief berharap aksi kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Utara yang akan diadakan dalam waktu dekat ini, bisa memberikan manfaat bagi kaum Muslim Rohingya.
Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama, KH. Slamet Effendi Yusuf mengatakan, MUI dan Walubi sedang mempersiapkan bantuan yang akan diberikan kepada Muslim Rohingya yang berada di Aceh dan Sumatera Utara. Adapun bantuan yang akan diberikan adalah makanan ringan, selimut dan lainnya. MUI dan Walubi berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban mereka. Selain memberikan bantuan, MUI dan Walubi juga akan terus menyematkan perdamaian kepada mereka.
Bagi Slamet, perdamaian adalah mutlak bagi semua umat antar beragama. Oleh karena itu, diharapkan semua masyarakat Indonesia membantu meringankan beban Muslim Rohingya yang terdampar di Indonesia yang berjumlah ratusan itu. “Masyarakat Indonesia harus membantu tanpa harus melihat etnis dan agama. Karena perdamaian itu bermakna indah bagi kehidupan manusia di dunia,” pungkasnya.

