Islam anti NKRI, anti Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan anti toleransi. Tuduhan itu menyakitkan!
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas penyebutkan belakang ini banyak tuduhan kepada umat Islam, seperti anti NKRI, anti Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan anti toleransi.
“Tuduhan-tuduhan itu sangat menyakitkan. Seandainya umat Islam, anti semua itu, negara ini tidak ada,” ujar Anwar pada konferensi pers di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Menurut Anwar, tuduhan itu tidak didukung bukti yang emperik, dan sangat berlawanan dengan sejarah bangsa Indonesia. Kalau keadilan dan kebenaran di negeri ini sudah hilang. Maka, implikasinya tinggal menunggu waktu, negara ini akan hancur.
- Perkuat Ekosistem Haji, Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
”Tapi, kita tidak mau itu terjadi, dan jangan sampai itu terjadi. Untuk itu, MUI menghimbau semua elemen masyarakat untuk bisa menghadapi situasi saat ini dengan arif dan bijaksana dengan pikiran lapang,” ungkap Anwar.
MUI, lanjut Anwar, juga turut menghimbau kepada pemerintah dan politisi agar dapat senantiasa membuka pintu dialog bangsa sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman. Seperti halnya yang disampaikan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, dialog bangsa itu harus berfokus pada tiga hal.
Pertama, memberikan dan menawarkan solusi atas masalah bansga ini. Kedua, merumuskan langkah antisipasi yang akan kita siapkan. Ketiga adalah rekonsiliasi agar hubungan kebangsaan kita yang kusut bisa kembali rapi. ”Mari kita bergandeng tangan seluruh pihak, berbicara bersama-sama memberi solusi untuk kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Anwar.

