Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Junaidi.

MUI Kecam China Larang Umat Muslim Puasa

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam pemerintah China yang melarang umat Muslim di Xinjiang menjalankan ibadah puasa. MUI juga mendesak Indonesia mengambil sikap atas masalah yang sudah mengakar bertahun-tahun ini.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Jubaidi.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Jubaidi.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Junaidi menyayangkan sikap pemerintah China yang melarang umat Muslim Uighur di provinsi Xinjiang menjalankan puasa selama bulan suci Ramadhan 1436 hijriyah. “Kami mengecam keras diskriminasi China terhadap Muslim Xinjiang,” kata Muhyiddin kepada MySharing saat dihubungi, Rabu (1/7). Baca: Cina Larang Puasa Ramadhan.

Ia menegaskan, bahwa MUI mendesak pemerintah Indonesia, agar tidak berdiam diri terhadap masalah ini. Ia berharap agar pemerintah memanggil duta besar China untuk melakukan protes.” Pemerintah China kerap mendiskriminasi umat Muslim di Xinjiang. Kami berharap Indonesia mengambil sikap terhadap masalah ini,” ujarnya.

Muhyiddin juga menghimbau umat Muslim dan lembaga-lembaga Islam mengawal masalah ini, agar pemerintah China tidak lagi bertindak sewenang-wenang terhadap umat Muslim. Selama bertahun-tahun, tegas Muhyiddin, atheis komunis yakni pemerintah China yang berkuasa membatasi kegiatan beribadah umat Muslim Uighur di Xinjiang. Seperti melarang pegawai sipil, pelajar dan guru menjalankan puasa selama Ramadhan, ibadah di masjid dan bahkan memerintahkan restoran untuk tetap buka saat Ramadhan. “Umat Muslim di seluruh dunia harus bersatu mendesak China bersikap bijaksana menjunjung toleransi umat beragama,” ujarnya.