Majelis Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau masyarakat untuk melewati malam pergantian tahun dengan kesederhanaan.

Lebih lanjut Ma’ruf menyampaikan menyongsong tahun 2016 masyarakat diminta meningkatkan rasa syukur melalui doa dan muhasabah atas pencapaian sepanjang tahun 2015. Refleksi yang dilakukan bisa menyiapkan diri dan optimisme pada tahun yang akan datang. “Itu guna menyongsong tahun baru 2016 dengan semangat dan optimisme yang tinggi,” ujarnya.
Ma’ruf mengapresiasi upaya pemerintah dalam mewujudkan suasana kerukunan antarumat beragama yang terjalin dengan baik di Indonesia. Meski ia mengakui ada sejumlah kasus intoleransi yang melibatkan masyarakat lintas iman.
Ma’ruf pun meminta ada tindakan tegas atas kasus-kasus seperti Tolikara, Papua dan Singkil, Aceh. “Kami minta kepada aparat agar secara adil menegakkan hukum terhadap pelaku kerusuhan tersebut,” tegasnya.
Pada tausyiah akhir tahun ini, Ma’ruf juga menyoroti soal etika berbangsa dan bernegara yang ditunjukkan elite politik dan pejabat publik. Semestinya, menurut Ma’ruf kalangan elite dan pejabat menjadi panutan bagi masyarakat. Untuk itu, MUI mendorong kepada pejabat publik untuk menegakkan integritas dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan dan sumpah jabatan,” imbaunya.
Selain itu, dalam menghadap Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan persaingan global, MUI menghimbau pemerintah dan seluruh komponen bangsa agar meningkatkan daya saingnya. Diharapkan dengan sungguh-sungguh mengunakan potensi ekonomi dalam negeri secara produktif, baik yang berasal dari sumber daya alam (hilirisasi industri) maupun pengembangan industri manufaktur serta meningkatkan ekspor jasa.
Dalam rangka menghadapi gearakan radikalisme, liberalisme dan radikalisme global, MUI juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarus-utamakan penerapan Islam Wasathiyah. “Islam Wasathiyah ini sebagai model pengalaman agama Islam di Indonesia, Asia, dan dunia,” kata Ma’ruf.
Terkait perilaku korupsi yang masih mengakar di kalangan para pejabat publik, MUI mendesak pemerintah dan intansi terkait agar secara tegas dan konsiten melakukan pencegahan terhadap praktik dan perilaku korupsi. “MUI mendesak pemerintah bersikap tegas dalam menangangi korupsi. Ini agar tujuan pembangunan untuk terciptnya sebesar-besarnya kemakmruan rakyat,” pungkasnya.

