Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Indonesia berperan mendamaikan konflik Arab Saudi dan Iran yang terus bergejolak.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majalis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi, mengatakan, Indonesia perlu segera memainkan peran aktif dalam proses perdamaian konflik Arab Saudi dan Iran.
”Indonesia memiliki hubungan diplomatik baik dengan Arab Saudi dan Iran. Kami himbau Indonesia harus mengambil peran dalam upaya proses perdamaian kedua negara Islam tersebut,” kata Muhyiddin, kepada MySharing, saat dihubungi, Rabu (6/1).
Menurut Muhyiddin, Indonesia harus kembali tampil menjadi mediator perdamaian. Apalagi Indonesia telah mempunyai pengalaman mendamaikan fraksi-fraksi di Kamboja, Korea Utara, dan Filipinan Selatan.”Pada konflik Arab Saudi dan Iran, ini kesempatan Indonesia untuk tampil di garis terdepan mendamaikan mereka,” tukasnya.
Selain memiliki hubungan diplomatik yang baik, Indonesia juga memiliki kesamaan sikap dengan Iran dan Arab Saudi. Yakni sama-sama menjadi anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Gerakan Nonblok. Muhyiddin berharap Indonesia menunjukkan taringnya dalam kacah international mendorong terwujudnya perdamaian kedua negara Islam tersebut.
Jika Indonesia tidak mengambil peran mendamaikan, maka kata Muhyiddin, Israel justru akan semakin senang karena alat-alat militer produksinya menjadi semakin laku di bursa perdagangan gelap senjata. Menurutnya, kalau dibiarkan ini sangat vital dan dikhawatirkan konflik politik bisa menjadi konflik fisik yang menumpahkan banyak korban jiwa.

