konflik dualisme kepemimpinan ppp

MUI: PPP Harus Bersatu

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) segera menyelesaikan konflik dualisme kepemimpinan yang dapat memperburuk citra partai berbasis Islam.

konflik dualisme kepemimpinan pppKetua Umum MU Din Syamsudin mengatakan, konflik yang terjadi di internal PPP mendapat perhatian dari organisasi masyarakat (Ormas) Islam. “Ormas Islam berharap PPP dapat segera menyelesaikan konflik internalnya,” kata Din, dalam seminar Halaqah Kebangsaan Refleksi Akhir Tahun dan Pra Kongres Umat Islam Indonesia VI di Gedung Nusantara MPR Jakarta, Selasa (23/12).

Din menyakini PPP mampu menyelesaikan dualisme kepemimpinan yang terjadi secara musyawarah dan mufakat. Apalagi, filosifi PPP kental dengan semangat persatuan, sehingga diyakini tidak akan lama memelihara konflik.

”Insya Allah, apabila PPP menggunakan kata persatuan, akan  menunjukkan persatuan yang hakiki. Itu harapan kita sebagai umat Islam,” tegas Din.

Din juga menilai perolehan suara partai politik berbasis massa Islam cenderung menurun, meskipun Pemilu 2014 sedikit naik di tengah kampanye hitam. Menurutnya, koalisi strategis partai Islam tidak menjadi kenyataan. Ini menjadi momentum kebangkitan politik yang tidak dilaksanakan partai berbasis Islam saja, namun partai lain juga.

Din menghimbau agar PPP islah, dirujuk MUI jika diperlukan tentu dengan segenap hati bersedia dalam menyelesaikan konflik. Karena seyogyanya partai Islam itu harus mengedepankan persatuan. Baca juga: Ormas Islam Harus Bersatu Hadapi MEA

Din juga sangat menyayangkan sikap Menhukkam yang mengakui salah satu kubu. Hal ini sangatlah tidak adil ketika Menhukkam bersikap kepada partai Golkar.” Ini terkesan tidak fair. Tidak adil dan cenderung menimbulkan bom waktu bagi partai-partai berkonflik,” katanya.[su_pullquote align=”right”]”Insya Allah, apabila PPP menggunakan kata persatuan, akan menunjukkan persatuan yang hakiki. Itu harapan kita sebagai umat Islam,” tegas Din.”[/su_pullquote]

Sementara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia bersyukur karena memiliki PPP sebagai satu-satunya partai politik (parpol) Islam yang menyalurkan aspirasi umat. Namun demikian, ia menilai ada fenomena baru dalam parpol di Indonesia yaitu perpecahan di internal partai. Seperti halnya yang terjadi di PPP.

Menurutnya, konflik internal PPP harus segera diatasi karena menambah buruk citra parpol dan para politisi di mata masyarakat Indonesia. “Saya berharap konflik PPP sebagai partai yang istiqomah segera bersatu,” ujarnya.

Konflik internal PPP bermula dari perlawanan Sekretaris Jenderal PPP Romahurmury kepada kepimpinan Suryadharma Ali. Romuhurmury akhirnya didampuk menjadi Ketua Umum PPP melalui muktamar PPP di Surabaya. Sedangkan kubu Suryadharma Ali, mengadakan muktamar di Jakarta dengan mendampuk Djan Faridz sebagai Ketua Umumnya.

Merasa tidak puas, akhirnya kubu Djan Faridz menggugat SK Kemenhumkam yang mengakui kepengurusan kubu Romahurmury. Kini konflik ini pun dalam proses hukum di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN).