Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasikan program-program Ramadhan di stasiun televisi Indonesia yang berangsur membaik.

Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Asrori S Karni mengatakan, secara umum, tayangan televisi pada bulan Ramadhan 1436 Hijriyah/2015 Masehi, sepanjang paruh pertama cenderung membaik. Hal itu ditandai dengan dua kecenderungan utama yang dalam kadar tertentu saling bertalian. Yakni semakin berkurangnya program komedi pada waktu sahur.
“Sejak tiga tahun lalu, tayangan humor dan banyolan sarkastik pada saat sahur makin berkurang meski masih tersisa dua program di dua stasiun televisi yaitu Trans TV dan Trans 7,” kata Asrori, pada konferensi pers pantauan MUI terhadap tayangan televisi di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah, di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (7/7).
Menurutnya, program komedi Ramadhan adalah program yang paling banyak menerima sanksi dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan kritik MUI. Catatan MUI atas program sahur, Trans TV dan Trans 7 ternyata masih sama dengan tahun 2014 lalu, dan sekedar berganti judul.
Nama program sahur dua stasiun televisi ini setiap tahun berubah, tetapi isinya tidak jauh berbeda. Komedi sahur di Trans TV pada 2015,” Sahur Itu Indah”, sebelumnya “ Sahurnya Ramadhan” (2014), “Yuk Kita Sahur” (2013),” Waktunya Kita Sahur” (2012), dan “Saatnya Kita Sahur” (2011).
Di Trans 7, program komedi sahur pada 2015 berjudul “Alhamdulilah Kita Sahur”, sebelumnya “Pasahur” (2014), “Sahurnya OVJ” (2013,2011,2012), “OVJ Sahurnya Indonesia” (2012), dan Opera Van Java Sahur” (2009).
Program komedi sahur dua televisi itu, kata Asrori, hampir setiap tahun dapat teguran KPI. Bahkan, program Yuk Kita Sahur (YKS), yang di luar Ramadhan diubah menjadi Yuk Keep Smile, dapat sanksi cukup keras dari KPI, berupa penghentian sementara, pada 26 Juni 2014 lalu, yakni tiga hari sebelum Ramadhan tahun 2014.
“Komedi sahur ini tampaknya sepele, tetapi penting. KPI juga berpendapat sama dalam komedi sahur itu muncul ungkapan bermuatan pelecehan, kasar dan caci-maki, seperti tidak disadari terus keluar,” tukas Asrori.
MUI menekankan program komedi karena ditayangkan saat waktu utama ketika orang bangun untuk bersantap sahur. Itu saat yang lebih pas untuk menonton tayangan yang menenangkan. Pada 2012, kata Asrori, MUI pernah merekomendasikan untuk memboikot komedi Ramadhan sebagai produsen makian. Bahkan, pada Ramadhan 2012, MUI menyimpulkan acara-acara televisi sebagai “Festival Makian.”
Pada 2013, program Ramadhan membaik dan berlanjut sampai 2015. Mulanya RCTI dan Indosiar menghilangkan komedi sahur pada 2013. Indosiar mengganti dengan “Akademi Sahur Remaja (AKSI)” dan dikembangkan untuk anak-anak pada 2014 dan 2015. Begitu pula dengan ANTV tidak ada lagi komedi sahur.
Adapun catatan MUI pada dua program di Trans TV dan Trans 7 masih berisi ledekan, adu sindir, perang kata, saling ejek. Di Trans TV ada adegan aksi joget berlebihan (mirip orang gila, snewen). Pelaku joget mengenakan busana Muslimah, sementara yang pria berjubah.
Sementara di Trans 7, ada tayangan yang patut dikritisi, apakah penting disajikan kehidupan pribadi, hubungan Syaiful Jamil dan mantan istrinya, Dewi Persik, yang awalnya Ramadhan (18-19 Juni) sebagai bintang tamu. Kemesraan keduanya ditunjukkan, padahal belum rujuk. Sementara Nassar (27 Juni) sambil memamerkan mobil mewahnya mengungkap hubungan dengan istrinya Muzdalifah, yang akan bercerai. “Tapi pantauan MUI juga melihat adanya upaya perbaikan pada program di Trans TV dan Trans 7, dengan memberikan porsi taushiyah ustadz yang lebih banyak, sebagai penyeimbang,” ujar Asrori.
Di Trans 7, tambahnya, ada tambahan segmen Titik Balik, berisi kisah taubat inspiratif. Diharapkan, upaya pembenahan ini berkelanjutan. Dua televisi ini pun diakui banyak mengembangkan program kreatif khusus Ramadhan. Di Trans 7, misalnya ada Hafizh Quran, Hafizh Dunia, Hijab Hunt, Tabuh Ramadhan, Karimah, Kain Ihram, Musafir Ramadhan, Jazirah Islam dan banyak lagi. ”Sayang bila berbagai program kreatif inspiratif itu ternoda setitik komedi sahur,” tukas Asrori.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menuturkan, bahwa MUI bukan anti komedi. Ini pernah ditegaskan pada laporan tahun 2012 dan 2013. ”MUI mendorong agar dikembangkan komedi yang menghibur, mencerdaskan dan tanpa melecehkan sesama,” kata Din.
Din menegaskan, itu ternyata bisa dan ditemukan pemantauan MUI pada beberapa program televisi, yaitu ”Humor Sahur” (Metro TV, 2012), berisi dialog reflektif, segar dan jenaka. ”Kolak Candil” (Global TV, 2012), dimana potensi aksi liar Komeng dan Adul, dalam program itu dinetralisir taushiyah Ustadz Subkhi Al-Bughury. Padahal di program televisi lain, Komeng dan Adul pernah dapat teguran KPI Pusat.
Begitu pula, ”Udah Sahur Belum” (Kompas TV, 2013), yang dibintangi Indra Bekti dan Vega Damayanti (pernah dapat sanksi KPI), Saiful Jamil dan Daus Separo, dapat dikelola secara bermutu. ”Tuan Abu dan Nawas” (MNCTV, 2013), banyolan yang ditampilkan dalam batas wajar dan terkontrol baik. Sang ustadz hadir menjadi penengah dan menyajikan solusi masalah agama aktual. ”Pantauan MUI berkesimpulan produser dan tim kreatif bisa membuat program yang biasanya negatif menjadi positif,” ujar Din.
Sanksi KPI Pada Tayangan Ramadhan
KPI mengeluarkan lima sanksi teguran, pada 30 Juni 2015 lalu. Semuanya program yang melibatkan komedian. Kelimanya pada program prime time Ramadhan, saat sahur dan menjelang buka puasa. Dua program saat sahur:” Alhamdulillah Kita Sahur (Trans 7), dan Sahur itu Indah (Trans TV).
Tiga program menjelang buka puasa ”Ngabuburit” (Tran TV), Assalamualaikum D’Terong ( Indosiar) dan Pesbukers (ANTV). Tiga program khusus di bulan Ramadhan ”Alhamdulillah Kita Sahur (Trans 7), Sahur Itu Indah (Trans TV) dan Ngabuburit (Trans TV). Dua sisanya, program regular yang diberi sentuhan Ramadhan.
Semua televisi tersebut, hampir setiap tahun dapat teguran KPI untuk kesalahan yang sama pada program serupa. Yakni ungkapan kasar, pelecehan, makian dan sejensinya. Nama programnya saja yang diganti-ganti. Ini penting digarisbawahi, bahwa ada kesan tak ada efek perbaikan atas sanksi KPI dan kritik masyarakat termasuk sorotan MUI.

