Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Peringatan Nasional Tahun Baru 1 Muharram 1436 Hijriah. Peringatan yang baru pertama kali digelar ini secara akbar akan berlangsung di stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 26 Oktober 2014.

Ketua MUI Din Syamsuddin mengatakan, selama ini tahun Baru Hijriah di negara yang mayoritas Muslim kurang diperingati meriah, tidak seperti perayaan tahun baru masehi yang disambut gempita. “Kami mengundang seluruh elemen masyarakat Islam untuk memeriahkan dan menghadiri acara ini secara gratis. Karena acara ini adalah tonggak kejayaan Islam,” kata Din, dalam konferensi pers di gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (21/10).
Din menghimbau seluruh umat Islam di Jakarta dan sekitarnya untuk menghadiri peringatan ini pada Minggu pagi mendatang di GBK dengan menggenakan pakaian putih. “Kita putihkan GBK. Kita tunjukkan bahwa umat Islam tidak tidur. Umat Islam itu besar dan cerdas,” tegas Din.
Lebih lanjut Din menegaskan Peringatan Tahun Baru Islam yang bertajuk “ Tingkatkan Mental Untuk Indonesia Beritida.” Ini mengandung arti bahwa itida adalah bangun dari ruku salat sebelum melakukan gerakan sujud yaitu posisi tubuh kembali tegak. Itida pun berkaitan erat dengan keadilan mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam di seluruh Indonesia.
Dalam konsep ini, MUI juga mendukung program Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo pada saat berkampanye. “MUI berupaya untuk memperbaiki ahlak umat, sesuai dengan revolusi mental,” kata Din.
Oleh karena itulah, acara yang direncanakan dimulai pukul 08.00 WIB itu akan dihadiri oleh pemimpin baru Indonesia Presiden Joko Widodo yang akan memberikan sambutan mengenai harapan-harapan bagi umat Islam. “Saya sudah bertemu langsung dengan beliau ( Presiden Joko Widodo) untuk meminta menyempatkan hadir dalam acara ini. Kami berharap beliau bisa hadir untuk memberikan pesan bagi umat Islam,” ujar Din.
Selain Presiden, acara ini juga rencananya akan dihadiri oleh menteri agama, menteri kominfo, DPR, MPR, tokoh agama dan ormas Islam. MUI menargetkan umat Islam yang memenuhi GBK mencapai 100 ribu lebih.
Bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam, MUI juga akan mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti Narkoba Berbahaya (Ganas Annar). Menurut Din, kata Annar sendiri mengandung api neraka, sehingga MUI harus bersikap ganas dalam memerangi bahaya narkoba. “Kita tahu bahwa keberadaan narkoba selama ini sangat berbahaya bagi generasi muda,” ujar Din.
Menurutnya, gerakan itu akan disosialisasikan oleh MUI secara periodik hingga akhir tahun 2014 ini. Sasaran sosialisasi adalah masyarakat terutama generasi muda di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Program-programnya antara lain memberikan edukasi dan publikasi tentang bahaya narkoba.
Namun paling penting adalah meningkatkan kesadaran bahaya narkoba kepada masyarakat. Gerakan ini pun berkaitan erat dengan perbaikan ahlak umat dan revolusi mental. Pelajar dan mahasiswa akan dikerahkan dalam dekralasi ini. Bukan hanya di Jakarta, gerakan ini diharapkan bisa digalakkan di kota-kota besar.
Kemeriahan Tahun Baru Islam
Perayaan Tahun Baru 1 Muharram 1436 Hijriah ini juga akan dimeriahkan konser religi dengan menghadirkan ban Wali, D’Massiv, Iis Dahlia, Kristina dan Cyntia Lamusu. Para artis tersebut akan menyanyikan lagu-lagu religi dari sountrack film Islami, seperti lagu “Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Mereka akan tampil dengan iringan kompiser Dwiki Darmawan Orkestra.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh pertunjukkan pencak silat Tapak Suci, parade terjun payung Paskhas TNI AU serta kelompok serambi Bagelan dan sebagainya..
Mereka yang akan tampil menyuguhkan karyanya mengaku datang dengan iklas tanpa meminta bayaran. Menurut Cici Tegal, para artis yang akan tampil tersebut iklas menampilkan kebolehannya secara cuma-Cuma. Sebagai umat Muslim, mereka juga ingin melihat tahun barunya dirayakan secara meriah.Jadi tidak ada bayar, cuma dikasih transport ala kadarnya,” kata artis sinertron Cici Tegal, dalam konferensi pers di gedung MUI Jakarta, Selasa (21/10).
Cici berharap perayaan ini kedepan bisa sampai ke mal-mal, juga ke pelosok Indonesia. Karena menurutnya, perayaan Tahun Baru Islam yang pertama kali dilaksanakan ini bertujuan untuk menyebarkan kejayaan Islam. Sehingga dengan perayaan ini umat Islam bisa introfeksi diri untuk menjadi lebih baik. “Kami ingin menunjukkan bahwa Islam itu bagus, cerdas dan hebat. Perayaan ini tidak boleh kalah oleh perayaan tahun baru. Makanya kami berpartisipasi, iklas tidak dibayar seperti relawan Jokowi,” pungkas Cici.

