MUI Serukan Perusahaan Tidak Paksa Umat Muslim Pakai Atribut Natal

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan perusahaan dan lembaga jangan memaksa umat Muslim mengenakan atribut natal. Toleransi, tenggang rasa  dan saling menghormati harus tetap dibangun dengan tidak menyinggung atau memaksa umatnya.

gedung muiKetua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin menyerukan kepada setiap perusahaan untuk tidak memerintahkan karyawan-karyawati yang beragama Islam untuk mengenakan atribut natal.

“Kami sudah minta dan memberikan seruan  agar jangan ada lagi memaksa Muslim memakai simbol natal termasuk Sinterklas,” kata Ma’ruf kepada MySharing, di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Menurutnya, bentuk menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol Kristiani. Oleh karena itu, MUI menghimbau agar perusahaan dan lembaga tidak memaksa atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan atribut natal. Seperti halnya ketika umat Islam tidak memaksa pemeluk agama lain memakai busana Muslim saat perayaan Idul Fitri atau lebaran..

Ma’ruf mengaku  khawatir pemaksaan itu akan menyinggung perasaan umat Islam. Hal ini pun dinilai bisa berdampak buruk pada kerukunan umat beragama yang telah terbangun.

“Kami serukan lagi, jangan sampai ada perusahaan dan lembaga yang memaksa melakukan itu, yang menyinggung kelompok Muslim.Tidak  diharapkan ada reaksi yang tidak baik. Toleransi, tenggang rasa dan saling menghormati harus terus dibangun,” pungkas Ma’ruf.