Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyiapkan Kode Etik Dakwah bagi para da’i dari berbagai Ormas Islam. Kode etik ini sebagai acuan da’i dalam memberikan pesan dakwah kepada umat Islam.

Ketua Komisi Dakwah MUI, HM. Cholil Nafis Lc.MA, mengatakan, untuk mengetahui makna dakwah harus terlebih dahulu memahami karakter objek dakwahnya. Dalam hal ini, MUI ingin menata dakwah yang akan menjadi kesepakatan Ormas Islam, diantaranya berkenaan etika, metode dan materi. “Ini akan menjadi acuan para da’i dalam memberikan pesan dakwah kepada umat,” kata Cholil kepada MySharing, Selasa ( 27/1).
Ia menuturkan, kesepakatan peta dakwah itu berkenaaan dengan tempat, paham keagamaan dan potensi konflik keagamaan di suatu tempat. MUI akan mengupayakan agar peta dakwah ini bisa diunggah secara online khusus untuk para da’i. Mereka pun akan diberikan passward untuk membukanya. “MUI akan memfasilitasi da’i dari berbagai Ormas Islam untuk bertemu tidak saling mengurui. Namun hanya mengevaluasi kegiatan dakwah umat Islam,” tegasnya.
Cholil berharap, seorang da’i berceramah di suatu tempat, terlebih dulu mereka mengetahui apa yang harus dibicarakan dan tidak malah menjadi kontra produktif. Ia pun mencontohkan, ketika seorang penceramah mengisi acara di basis Muhammadiyah dengan konten ke NU-an, tentu tidak tepat, begitu pula sebaliknya.
Misalnya lagi di basis Kristenisasi, kita akan bicara bagaimana mengajak masyarakat agar paham dengan Islam, menyakini Islam dan teguh dengan Islam. “ Ini akan memperkaya data para da’i, dan da’i pun tidak salah ketika ceramah,” ungkapnya.
Menurutnya, kesepakatan itu juga menyangkut etika da’i, mad’ u dan materi dakwahnya sendiri. Pada tingkat basis data, MUI melakukan mapping dakwah yang bisa berupa buku maupun online. Misalnya di suatu tempat banyak penganut agama apa, pahamnya apa, kondisinya bagaimana. Maka minus ajaran dakwah apa yang kita datangi.
Komisi dakwah juga akan secara rutin menggelar ceramah yang khusus bagi para penceramah. Akan ada diskusi bulanan yang membahas isu aktual, termasuk materi dakwah. Selain itu ada pengajian khusus para ustadz, baik itu mereka yang biasa dakwah di masjid maupun di media. “Kita bicara soal dakwah dan tantangannya di era modern,” kata Cholil.
Ia pun mengungkapkan, Komisi Dakwah juga akan membuat semacam panduan dakwah yang fokus pada dakwah kebangsaan, misalnya dakwah dalam konteks nasional seperti apa? Panduan ini nantinya akan menjadi acuan dan kesepakatan tokoh Islam dan umat dalam berdakwah.

