Presiden Joko Widodo pada saat kampanye pilpres di ponpes Babussalam Malang, Jawa Timur.

MUI Tagih Janji Jokowi Canangkan Hari Santri Nasional

[sc name="adsensepostbottom"]

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menagih janji Presiden Joko Widodo yang akan menetapkan hari santri nasional setiap tahunnya. MUI menghendaki hari santri nasional tersebut diumumkan bersamaan dengan digelarnya acara Tahun Baru 1 Muharram 1436 Hijriah di stadion Gelora Bung Karno (GBK), pada Minggu (26/10).

Presiden Joko Widodo pada saat kampanye pilpres di ponpes Babussalam Malang, Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo pada saat kampanye pilpres di ponpes Babussalam Malang, Jawa Timur.

Ketua MUI Din Syamsudin menyatakan Hari Santri Nasional adalah komitmen Jokowi pada waktu kampanye pipres, oleh karena MUI dan segenap umat Islam berharap janji itu ditepati.

Din mengharapkan melalui acara peringatan Tahun Baru Islam di GBK yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi itu penetapan hari santri nasional bisa sekaligus diputuskan pada 1Muharram sesuai janjinya yang pernah digaungkan ketika kampanye dulu. Namun demikian, Din menegaskan semua itu tergantung pada Presiden Jokowi, MUI hanya memfasilitasi umat Islam untuk merayakan tahun baru Islam.   “Semoga saja Jokowi menepati janji, sehingga perayaan tahun Baru Islam itu bersamaan pula dengan pencanangan hari Santri Nasional,” kata Din, disela-sela konferensi pers di gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (21/10).

Din menuturkan, janji itu pernah diutarakan oleh Presiden Jokowi ketika berkampanye pipres beberapa bulan yang lalu di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam di Banjarejo, Malang, Jawa Timur. Ketika itu, permintaan Hari Santri Nasional secara langsung disampaikan oleh pimpinan Ponpes KH Toriq Darwin kepada Jokowi, pada Jumat 27 Juni 2014 lalu. Jokowi pun berjanji untuk memperjuangkan permintaan pimpinan ponpes.

“Dengan mengucapkan bismilahirrahmanirahim, dengan ini saya mendukung 1 Muharram ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional,” itulah janji Jokowi pada Jumat (27/6). Bahkan kunjungan Jokowi pada saat itu diakhiri dengan penandatangan surat perjanjian penyanggupi penetapan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram. Perjanjian ini disaksikan oleh tim kampanye Jokowi dan segenap jajaran kiai dan ulama Ponpes Babussalam.