Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan menolak terhadap gagasan permintaan maaf oleh pemeritah kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). MUI beralasan bahwa PKI adalah pemberontak yang tercatat dalam sejarah.

Ma’ruf menegaskan, tidak sepantasnya pemerintah meminta maaf kepada anak cucu PKI sekarang ini dan kapan pun. “Nggak pantas dong, kalau begitu harus minta maaf sama DI TII, Permesta, dan terus minta maaf. Wah kacau itu!,” tukasnya.Apalagi, lanjut Ma’ruf, dalam pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965, para ustaz, guru ngaji dan ulama juga banyak yang dibunuh oleh PKI. Utamanya banyak ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi korban dan sejarah mencatat ini.
Namun meski tidak setuju permintaan maaf, tapi Ma’ruf setuju bila dilakukan rekonsiliasi untuk mempersatukan bangsa. Tetapi, sekali lagi tegas dia, bukan berarti pemerintah harus meminta maaf karena merasa telah bersalah pada PKI.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
“ Kalau rekonsiliasi bagus saja, kami mendukung namanya kita untuk mempersatukan bangsa Indonesia ini, Tapi bukan kemudian pemerintah meminta maaf, merasa bersalah. Itu tidak betul,” pungkasnya.

