Salah satu titik rawan kecurangan pilkada adalah saat pemungutan dan perhitungan suara.
Pagaruyung Ballroom Hotel Balairung, Jakarta, Selasa siang (7/1) dipenuhi ribuan wanita Muslimah dari berbagai wilayah Jakarta. Mereka hadir untuk menyatukan tekad menjadi relawan Muslimah mengawal Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan digelar pada 15 Februari 2017 mendatang.
Terdata sebanyak 13 ribu relawan Muslimah yang bergabung dalam Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin (GMMP). Fariha Idris, Neno Warisman, Peggy Melati Sukma dan Syifa Fauzi adalah pegagas GMMP, yang juga terlihat antusias berada ditengah-tengah para relawan tersebut.
Fahira Idris mengatakan, relawan Muslimah ini akan terjun ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memantau proses pemungutan dan penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta, pada Rabu, 15 Februari 2017 pekan depan.
“Salah satu titik rawan kecurangan pilkada itu adalah saat pemungutan dan perhitungan suara. Makanya, kita dari Gerakan Muslimah Memilih Pempimpin (GMMP) akan terjunkan 13 ribuan relawan atau Mujahidah pilkada. Mereka akan memantau proses pemungutan dan penghitungan suara di seluruh TPS yang ada di Jakarta,” ungkap Fahira dalam konferensi pers GMMP di Hotel Balairung, Jakarta, Selasa (7/1).
GMMP sudah menjalin kerja sama dengan salah satu lembaga survei yang sudah terdaftr di KPU DKI Jakarta yaitu Grup Riset Potensial (GRP) untuk mengeluarkan real count. nantinya salah satu hasil pengawasan 13 ribu mujahidah pilkada adalah data hasil penghitungan suara dari seluruh TPS yang akan dijadikan sebagai real count hasil perhitungan suara Pilkada DKI Jakarta.
“Jadi relawan kami akan didedikasikan sebagai penyuplai data bagi GRP. Makanya pada hari H, para mujahidah kita akan dilengkapi dengan surat tugas dan atribut pengenal dari GRP,” ujar Fahira.
Agar pengawasannya lebih berkualitas, menurut Wakil Ketua DPD RI, para mujahidah Pilkada ini akan diberikan berbagai penguatan kapasitas terutama memahami aturan main pemungutan dan perhitungan serta pengetahuan terkait berbagai hal yang termasuk dalam kategori pelanggaran di TPS.
[bctt tweet=”Ini titik rawan kecurangan Pilkada DKI 2017 ” username=”my_sharing”]

