Forum Wakaf Produktif bertujuan membuat pengembangan aset wakaf lebih sinergis.
Wakaf sejauh ini masih belum popular di masyarakat. Sebagai salah satu bentuk amalan muamalah dalam ajaran Islam, wakaf masih belum dipahami secara luas dalam segmen masyarakat dan juga belum dipahami secara mendalam tentang hakikat, ragam dan bentuknya. Oleh karena itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama dengan nazhir wakaf nasional meluncurkan Forum Wakaf Produktif agar pengembangan aset wakaf dapat lebih sinergis.
Ketua BWI Slamet Riyanto mengatakan, saat ini sudah ada 16 bank syariah yang ditunjuk sebagai lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU). “Yang kami harapkan berikutnya adalah peran LKS-PWU ini bisa lebih mendorong dan meningkatkan pengembangan wakaf produktif, karena itu perlu dibentuk forum yang berisikan LKS-PWU maupun nazhir wakaf,” ujarnya dalam Soft Launching Forum Wakaf Produktif, Rabu (7/8).
Menurutnya, kondisi wakaf di Indonesia memperihatinkan. Banyak masyarakat yang belum memahami soal wakaf. “Kita tahu di masyarakat pedesaan biasanya wakaf tidak boleh diapa-apakan padahal potensinya luar biasa, apalagi kalau di kota lokasinya sangat strategis. Dengan soft launching Forum Wakaf Produktif ini diharapkan penyaluran produk dan investasi berbasis wakaf bisa lebih ditingkatkan lagi,” cetus Slamet.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulya E Siregar menyambut baik rencana kerja sama dalam mensosialisasikan wakaf produktif. Pasalnya hingga kini pihaknya belum melihat adanya sistem yang tangguh untuk memobilisasi dana wakaf.
“Kita bisa bekerjasama dalam mengampanyekan program wakaf tunai secara masif dan berkesinambungan. OJK punya Keuangan Syariah Fair, Training of Trainers dan, iB Vaganza yang bisa dimanfaatkan untuk literasi masyarakat soal wakaf uang maupun wakaf produktif,” imbuhnya.
[bctt tweet=”Masyarakat banyak belum paham tentang wakaf” username=”my_sharing”]

