OJK Dorong Lembaga Keuangan Non Bank Penuhi Kebutuhan Pembiayaan

[sc name="adsensepostbottom"]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sektor keuangan non bank untuk memenuhi kebutuhan kredit bagi proyek-proyek infrastruktur jangka panjang. Pasalnya, selama ini mayoritas pembiayaan berasal dari perbankan.

OJK2Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, mengatakan sumber pembiayaan pembangunan bisa berasal dari pembiayaan non perbankan, yakni dari industri keuangan non bank (IKNB) dan pasar modal. “Ketersediaan dana jangka panjang sangat terbatas. Sektor perbankan yang selama ini memberikan pembiayaan juga kebanyakan memiliki dana-dana jangka pendek,” katanya, sebagaimana dilansir dari antara, Kamis (4/9).

Berdasarkan data OJK, dari total dana pihak ketiga hingga Agustus 2014 sebanyak Rp3.835 triliun, kurang dari separuhnya berasal dari simpanan berjangka yakni Rp1.756 triliun. Dari simpanan berjangka tersebut, hanya sebanyak Rp189 triliun yang merupakan simpanan berjangka di atas 12 bulan. Oleh karena itu, lanjut Muliaman, ke depan perlu opsi sumber pembiayaan lain seperti dari asuransi dan dana pensiun.

“Jika orang beli polis asuransi kan panjang, jadi simpanan yang diterima perusahaan asuransi umumnya jangka panjang. Begitu juga dana pensiun, kewajiban kita untuk bangun industri seperti ini di masa yang akan datang,” kata Muliaman.

Menurut Muliaman, perlu dilakukan upaya revitalisasi industri non perbankan. Ia pun mengharapkan Indonesia dapat seperti di negara maju di mana porsi pembiayaan oleh industri perbankan sendiri sudah mengecil.
Selain itu, industri keuangan nasional juga perlu dilakukan pendalaman, salah satunya dengan mensosialisasikan dengan lebih intens pasar modal kepada masyarakat Indonesia yang populasinya cukup besar. Hal itu ditujukan untuk menambah jumlah investor ritel yang saat ini baru mencapai sekitar 400 ribu investor ritel.

Selain dari sisi masyarakat, lanjutnya, perlu juga didorong perusahaan-perusahaan infrastruktur untuk masuk ke pasar modal. Jumlah perusahaan yang sudah masuk ke pasar modal saat ini kurang dari 500 perusahaan. “Untuk jumlah perusahaan menengah sendiri ada sekitar 10 ribuan lebih. Sekitar 10 persen saja ini bisa sangat membantu pemenuhan dana-dana jangka panjang. Jadi sosialisasi tidak hanya ke masyarakat luas tapi juga ke perusahaan,” pungkas Muliaman.