Data OJK tahun 2013, masyarakat dengan tingkat literasi keuangan baik, baru mencapai 21, 84 persen.

Direktur Penelitian dan Perbankan OJK Antonius Hari menyambut baik kolaborasi HSBC dengan Putera Sampoerna Foundations (PSF) mengembangkan program edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.
“Persentase penduduk Indonesia yang melek keuangan masih sangat sedikit. Data OJK pada 2013, jumlah penduduk dengan tingkat literasi keuangan baik baru mencapai 21,84 persen. Kami sangat mendukung program edukatif kolaborasi HSBC dan PSF melalui Sampoerna University, ” kata Antonius pada acara Literasi Keuangan yang digelar HSBC dan SPF di Jakarta, pekan lalu.
Antonius berharap program ini dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sehingga mereka akan semakin mengenal manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan, mengetahui hak dan kewajiban serta meyakini bahwa produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
- “Hijrah Lebih Bermakna” Refleksi Perjalanan Panjang 34 Tahun Bank Muamalat
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko mengatakan, HSBC mendorong bisnis berkesinambungan yang membangun masyarakata dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi.
HSBC, tegas Nuni, ingin terlibat dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan kolaborasi ini, HSBC mendukung tingkat literasi dan inklusi keuangan yang diharapkan turut membangun masyarakat meningkatkan taraf perekonomiannya.
“Kami percaya dengan semakin baiknya tingkat literasi keuangan akan membantu mewujudkan cita-cita untuk meningkatkan kesejaheraan masyarakat, sekaligus membantu percepatan pembangunan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

