Hasil riset Nielsen mengungkapkan hanya 12 persen orang tua yang menghitung secara rinci persiapan dana pendidikan anak.

Direktur Komunikasi dan Pemasaran Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, menuturkan dalam survei Prudential para orang tua sepakat bahwa pendidikan anak merupakan hal yang harus diprioritaskan. “Tetapi hanya 12 persen yang benar-benar merinci biaya pendidikan anaknya untuk perguruan tinggi,” cetus Nini, dalam peluncuran PRUlink edu protection, kemarin.
Sementara, 66 persen orang tua menyatakan sudah mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan, namun belum menghitung secara pasti dananya. “Jadi kesadaran untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sudah ada, tapi belum ada tindakannya,” tukas Nini. Baca: Memahami Skema Bagi Hasil Dana Pendidikan Syariah
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Seluruh orang tua yang menjadi responden pun mengerti asuransi jiwa adalah alternatif untuk persiapan dana pendidikan anak, namun hanya lima persen orang tua yang memiliki asuransi untuk dana pendidikan anak. Sebanyak 44 persen responden tidak memilih asuransi jiwa untuk dana pendidikan anak karena minimnya pemahaman tentang asuransi.
Di sisi lain, survei yang sama juga menunjukkan bahwa 86 persen responden memandang penting perlunya produk asuransi pendidikan memiliki manfaat pembayaran premi yang diteruskan oleh perusahaan saat orang tua tidak mampu membayar premi lanjutan akibat terjadinya risiko, sehingga perlindungan pada anak dapat terus berjalan dan potensi hasil investasi di jangka panjang tetap bisa didapat. Baca: Prudential Indonesia Luncurkan PRUlink edu protection
Selain itu, 71 responden menyatakan pentingnya ada manfaat tunjangan bulanan yang dibayarkan perusahaan asuransi dalam produk asuransi pendidikannya, agar ada dana tunai yang dapat digunakan secara bulanan untuk kepentingan anak ketika risiko terjadi pada orang tua sebagai pemegang polis.
