
Foto: Ismar Patrizki
Pengembangan wisata tak hanya soal destinasi semata, tapi juga mengenai peningkatan layanan bagi wisatawan. Di sisi lain, otentisitas dan keunikan suatu negara juga dapat menjadi keunggulan yang ditawarkan kepada wisatawan.
Global Head Islamic Capital Markets of Thomson Reuters, Sayd Farook mengatakan penyelenggara wisata harus fokus dalam mempromosikan brand wisata syariah negara masing-masing. Hal yang perlu ditonjolkan adalah keunikan dan otentisitas budaya masing-masing daerah. “Kamboja dan Vietnam adalah negara populer destinasi dunia, apa mereka punya infrastruktur seperti Malaysia, atau pertumbuhan ekonomi tinggi? Tidak, tetapi karena mereka punya otentisitas, mereka berbeda dari Yordania atau Afrika, jadi ada yang membedakan dari negara-negara Islam lainnya,” kata Sayd.
Sementara, Chief Executive Officer Crescentrating, Mohamed Fazal Bahardeen, mengatakan ada dua hal yang menjadi prioritas utama bagi wisatawan muslim saat berwisata, yaitu kemudahan menemukan makanan halal dan informasi untuk sembahyang. Pada peringkat Crescentrating, Malaysia menempati posisi pertama untuk destinasi wisatawan muslim.
Akomodatif Bagi Muslim
Direktur Jenderal Wisata Syariah Kementerian Pariwisata dan Budaya Malaysia, Zulkifly Md Said, mengatakan tahun lalu ada 25,7 juta wisatawan yang datang ke Malaysia dengan pengeluaran setiap turis diperkirakan 800 ringgit. Dari negara-negara di Asia Tenggara lima negara teratas yang mengunjungi Malaysia adalah Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan Indonesia. Sedangkan, wisatawan dari Arab Saudi dan Oman biasanya menghabiskan dana yang lebih besar saat berwisata, yaitu 3,5 kali lipat dari wisatawan lainnya.
Zulkifly menuturkan para penyedia jasa wisata di Malaysia rata-rata telah menyadari pentingnya untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan muslim. “Di Malaysia walau pemilik (jasa wisata) adalah non muslim mereka mulai menyadari pentingnya mengakomodasi muslim, jadi lebih sensitif terhadap kebutuhan hotel. Secara umum hotel di Malaysia berusaha untuk menyediakan layanan bagi turis muslim,” jelas Zulkifly.
Layanan wisata syariah lainnya di Malaysia, sebut Zulkifly, adalah memperluas layanan masjid. Setidaknya ada lebih dari 6000 masjid di Malaysia. “Masjid mulai melihat value dan kontribusi dari turis muslim jadi mereka juga menyiapkan in house guide mengenai perspektif masjid, aktivitas disana, dan program edukasi,” ungkap Zulkifly.
Untuk mempermudah perjalanan wisatawan muslim, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah konektivitas antar negara. Malaysia memiliki 2784 penerbangan per minggu ke negara-negara muslim. Setidaknya sekitar 5,2 juta turis yang masuk ke Malaysia adalah muslim.

