Tahun lalu pagu anggaran Kementerian Agama mencapai Rp 60,4 triliun. Pada tahun ini nilainya menurun menjadi Rp 58 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam, mengatakan kendati Kementerian Agama (Kemenag) termasuk dalam 10 kementerian dengan anggaran terbesar, pada tahun ini terjadi penurunan pagu anggaran. “Ada penurunan secara nasional terkait anggaran dan itu cukup signifikan bagi Kemenag,” katanya dalam konferensi pers penandatanganan kerjasama antara Kemenag dan BNI Syariah, Selasa petang (12/1).
Ia mengungkapkan pengurangan anggaran tidak hanya terjadi di Kemenag, tetapi juga di kementerian lainnya. Menurutnya, ada beberapa variabel yang menyebabkan penurunan anggaran tersebut. Diantaranya terkait krisis ekonomi dunia yang melanda tahun lalu. Baca: OJK Ajukan Anggaran Rp 3,5 Triliun untuk 2016
Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang meleset dari target, tidak tercapainya target pajak, indeks saham yang fluktuatif, dan nilai ekspor yang tidak mencapai target. “Pada waktu merumuskan pagu sementara digunakan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen, tapi ternyata pertumbuhan ekonomi kita hanya 4,9 persen dan dalam patokan APBN 5,2 persen. Tentu ketidakcapaian pertumbuhan ekonomi jadi salah satu alasan terjadi pengurangan pagu sementara,” jelas Nur.
Sementara, Kepala Biro Keuangan Kemenag Syihabuddin Latief, memaparkan dari pagu anggaran tahun ini sekitar 58 persen dipakai untuk belanja pegawai, sedangkan sisanya untuk belanja barang dan bantuan sosial. Kemenag tercatat memiliki 260 ribu pegawai yang tersebar di 4.551 satuan kerja.
Untuk membantu mengelola rekening Kemenag, kemarin kementerian telah menjalin kerja sama dengan BNI Syariah. Kementerian Keuangan telah menunjuk BNI Syariah sebagai bank penyalur gaji pegawai negeri sipil, bank persepsi pengelola rekening kementerian dan lembaga, serta Treasury National Pooling.
[bctt tweet=”Sekitar 58% pagu anggaran Kemenag untuk belanja 260 ribu pegawai di 4.551 satuan kerja”]

