Pakar Filantropi Didin Hafidhuddin Raih Bintang Jasa Utama

[sc name="adsensepostbottom"]

Pakar filatrofi – Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc yang baru saja berakhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum BAZNAS, beroleh penghargaan bergengsi dari Pemerintah R.I. yaitu Bintang Jasa Utama.

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin

Penghargaan tersebut diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Didin dan juga 45 tokoh nasional lainnya di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (13/8/2015).

Bintang Jasa Utama adalah sebuah penghargaan jenis bintang tertinggi yang diberikan pemerintah kepada orang-orang yang dianggap mempunyai jasa luar biasa dalam bidang tertentu.

Didin yang juga merupakan Guru Besar IPB dan juga anggota Dewan Redaksi MySharing mengatakan, penghargaan ini mempunyai arti yang mendalam bagi dirinya dan BAZNAS secara umum.

”Ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap kegiatan BAZNAS dan dunia perzakatan nasional dalam upaya menyejahterakan masyarakat, terutama kaum dhuafa. Mudah-mudahan BAZNAS ke depan akan lebih baik dan lebih meningkat kualitas maupun kuantitas programnya,” jelas Didin dalam siaran persnya kepada media massa.

Lebih jauh ditekankan Didin, potensi zakat di Indonesia sangatlah besar. ”Potensi zakat ini bisa menjadi kekuatan untuk menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan dan kesejahteraan sosial lainnya di negara Indonesia,” tegas Didin.

Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc dua kali menjabat sebagai Ketua Umum BAZNAS. Periode pertamanya pada 2004-2008 kemudian dilanjutkan 2008-2011. Jabatannya diperpanjang untuk mengawal masa transisi menyusul lahirnya UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat hingga terbentuk kepengurusan baru pada Agustus 2015.

Selama kepemimpinannya, berbagai prestasi telah diraih oleh BAZNAS di antara penghargaan sebagai organisasi lembaga zakat paling transparan oleh Indonesia Magnificent Zakat (IMZ) tahun 2011, memiliki program Satu Keluarga Satu Sarjana sebagai program penyaluran zakat terbaik dari lembaga yang sama. Serta Laporan Keuangan BAZNAS telah diaudit oleh akuntan publik dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setiap tahunnya.

Selain itu, juga perzakatan nasional mengalami kemajuan dengan lahirnya UU zakat tahun 2011 yang mengatur tentang pengelolaan zakat di tanah air sehingga dana umat terlindungi.

Didin Hafiduddin sendiri lahir di Bogor, 21 Oktober 1951. Pria yang dikenal ramah dan murah senyum ini menamatkan kuliah strata 1 -nya di Fakultas Syariah IAIN Syarief Hidayatullah, yang diselesaikannya pada 1979.

Didin kemudian melanjutkan ke Program Pascasarjana IPB mengambil Jurusan Penyuluhan Pembangunan. Jenjang S2 ini ditempuh hanya dalam waktu setahun, 1986-1987. Untuk memperdalam bahasa Arab, pada 1994 ia kuliah di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia selama setahun