PARMUSI Kembali Ke Jalur Dakwah

[sc name="adsensepostbottom"]

Persaudaraan Muslim Indonesia (PARMUSI) berkomitmen untuk mencetak 3000 dai.

PARMUSI kembali kejalur dakwah, sehingga tidak lagi identik dengan partai politik atau underbrow Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Demikian disampaikan Ketua Umum PARMUSI, Usama Hisyam, saat menutup Milad ke 18 dan Silatnas Ulama Dai Perbatasan PARMUSI  bertajuk “Memperkokoh Pancasila dan NKRI dengan Kewajiban Ummat Menjalankan Syariat” di Aula Masjid At Tin, Jakarta, Kamis (28/9).

“Pilihan PARMUSI ke jalur dakwah untuk memperkuat ke Islaman masyarakat Indonesia yang telah luntur diterjang korupsi dan keduniaan ribawi. Sudah tahun ketiga ini,  saya meletakan dasar PARMUSI dan saatnya kembali ke dakwah sehingga kita tidak lagi identik dengan partai politik. Namun bagaimana membangun dakwah untuk politik bukan politik dulu baru berdakwah,” ungkap Usama dalam sambutannya.

Dia menegaskan, kembalinya PARMUSI kejalan dakwah, diharapkan pemimpin PARMUSI berasal dari dai yang tentunya mempunyai sertifikasi dai. Pemimpin seorang dai,  berarti terampil dalam mengemban misi dakwah yang hakiki.

Namun demikian, kata Usama, meskipun sudah kembali kejalan dakwah, PARMUSI mempersilahkan kadernya untuk berpolitik. Tapi dengan syarat yang harus dipatuhi yakni kader dilarang membawa nama PARMUSI untuk kepentingan politik.

“Parmusi mencabut kegiatan politik dalam Silatnas kali ini, tapi kader atas nama pribadi silahkan itu hak masing-masing untuk berpolitik,” tukasnya.

Usama menegaskan, PARMUSI berkomitmen untuk mencetak 3000 dai se Indonesia, dan pada tahun depan akan diadakan Jambore Dai Nasional. “Sehingga program 2019, kita akan ada ekspedisi dai untuk berdakwah di desa terpencil dan pulau terluar di Indonesia,” pungkas Usama.