Kondisi pasar keuangan domestik Indonesia pada triwulan I 2014 menunjukkan penguatan yang signifikan. Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beberapa indikator seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Industri Keuangan Non-Bank, Perbankan, nilai tukar rupiah, dan imbal hasil surat berharga negara (SBN) menunjukkan perbaikan.

Di bidang pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan sebesar 11,6 persen, ditutup pada posisi 4.768,28. Sepanjang triwulan I 2014, pembelian neto (net buy) oleh investor asing sebesar Rp 24,6 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham juga mengalami peningkatan sebesar 11,8 persen dibandingkan posisi pada akhir triwulan sebelumnya. Rata-rata nilai perdagangan per hari mengalami penurunan sebesar 4,6 persen, namun rata-rata frekuensi perdagangan saham per hari mengalami peningkatan sebesar masing-masing 38,7 persen.
Sementara, kinerja industri keuangan non bank (IKNB) selama triwulan I 2014 secara umum masih menunjukkan perkembangan yang positif. Total aset IKNB di akhir triwulan I 2014 naik sekitar 2,9 persen dibandingkan periode triwulan sebelumnya. Sektor jasa keuangan yang tercakup dalam IKNB yang mengalami peningkatan kinerja yaitu dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.
Dari sisi aset industri perasuransian merupakan industri dengan aset terbesar diikuti oleh pembiayaan, dana pensiun, lembaga jasa keuangan lainnya, dan industri jasa penunjang IKNB. Dari jumlah pelaku, jumlah industri pembiayaan adalah terbesar diikuti oleh dana pensiun, industri jasa penunjang IKNB, dan perasuransian.
Di sisi lain, industri perbankan menghadapi kondisi likuiditas yang ketat, namun dari sisi rasio kecukupan modal menunjukkan kinerja yang cukup baik, CAR berada pada posisi 19,8 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross relatif rendah rata-rata sebesar 1,9 persen dengan tingkat NPL netsebesar 0,9 persen. Sementara, kinerja industri perbankan syariah mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun dari sisi market share perbankan syariah mengalami peningkatan 4,9 persen.

