Peluncuran IDF Bukan Berarti MUI Ambil Peran Lembaga Amil Zakat

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) akan mencari potensi lain yang belum digarap amil zakat.

Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, MUI melihat banyak program penting bagi umat Islam. Disaat bersamaan dibutuhkan dana yang besar agar program tersebut dapat berjalan. Oleh karena itu MUI mengambil peran ingin menghimpun dana masyarakat untuk masyarakat.

“Potensi zakat yang sangat besar yaitu Rp 285 triliun,  hanya mampu dihimpun sekitar dua persen saja oleh beberapa lembaga amil zakat yang ada. Angka yang berhasil dihimpun tersebut sangat tidak maksimal,” kata Ma’ ruf dalam soft lauching Islamic Development Fund (IDF) di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/6).

Ma’ruf mengakui MUI baru memiliki kesadaran untuk ikut bergerak menghimpun donasi masyarakat. Terutama setelah melihat donasi yang dihimpun sangat sedikit dari potensi yang ada. Ini saatnya, MUI mengambil peran.

Ma’ruf berjanji akan memanfaatkan dana yang terhimpun secara baik. Pelaporannya pun akan dilakukan secara transparan, sehingga masyarakat bisa mengontrol.

“Peluncuran IDF bukan berarti mengambil alih peran lembaga amil zakat yang sudah ada. MUI akan mencari potensi lain yang belum digarap oleh lembaga lain,” tegas Ma’ruf.

Menurutnya, belum terhimpunnya potensi zakat, infaq, wakaf dan sadaqah secara maksimal,  salah satunya karena kurangnya lembaga penghimpun. Ditambah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penghimpun zakat, infak, wakaf, dan sedekah. “Mungkin dengan MUI bisa lebih besar lagi, kita akan petakan potensinya,” pungkas Ma’ruf.