Potensi perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Hal ini tergambar dari transaksi e-commerce yang berkembang pesat. Oleh karenanya, pemerintah meluncurkan program nasional untuk mengembangkan ekonomi digital berupa roadmap e-commerce.

“Misalnya saja untuk jaringan distribusi dan perdagangan, ini menjadi area yang mudah dimasuki aplikasi digital untuk memperpendek rantai distribusi dalam tata niaga,” ,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian R.I. – Darmin Nasution dalam sebuah dialog bertema “Menggali Inspirasi dari Seluruh Penjuru” yang mempertemukan para tecnopreneur Indonesia bersama diaspora Indonesia serta stake holder pengembangan digital ekonomi Indonesia lainnya, akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut Darmin, yang utama dalam pengembangan ekonomi digital di tanah air ke depannya adalah optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut oleh masyarakat.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
“Ke depannya, roadmap e-commerce dan program ekonomi digital lainnya perlu memperhatikan bagaimana masyarakat dapat memaksimalkan penggunaannya,” tambah Darmin.
Selain itu juga, Pemerintah saat ini sudah mulai concern pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM). Dibutuhkan suatu kelembagaan yang mengatur mekanisme norma standar yang nantinya dapat digunakan dalam mengembangkan pelatihan dan pendidikan vokasional.Demikian Darmin Nasution, Menkoperekonomian R.I.

