Pemprov DKI dan Nippon Foundation Melakukan Pertemuan Membahas Kerja Sama Berantas Penyakit Kusta di Ibukota

[sc name="adsensepostbottom"]

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan Ketua The Nippon Foundation, Yohei Sasakawa. Pertemuan ini membahas kerja sama penanganan penyakit kusta di DKI.

“Kedatangan beliau pagi ini adalah untuk menguatkan hubungan Indonesia dengan Jepang secara khusus antara Jakarta dan Tokyo. Untuk membahas perihal kerja sama untuk mengkampanyekan gerakan penanganan masalah penyakit kusta dan anti diskriminasi terhadap pengidap penyakit kusta. Selama ini Pemprov DKI sudah menggratiskan biaya pengobatan terhadap penyakit kusta.

“Intinya kami ingin Jakarta benar-benar bisa menangani semua masalah yang terkait dengan kusta dan resolusi dari Konsul Hak-Hak Asasi Manusia PBB yang sudah disepakati bisa terlaksana,” tuturnya.

Anies menambahkan, dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Pemprov DKI menggratiskan biaya pengobatan terhadap penyakit kusta. Harapannya, penggratisan biaya pengobatan itu akan meringankan beban pasien pengidap penyakit kusta

“Pemprov DKI menggratiskan biaya pengobatan bagi siapa pun yang mengalami penyakit kusta. Jadi dibebaskan biayanya dan akan ditangani dengan serius. Dan harapannya itu akan dapat membantu untuk mengisolasi dan menyembuhkannya,” ujar Anies.

Penyakit kusta sering disertai diskriminasi. Hal itulah yang kemudian menjadi perhatian Sasakawa untuk memberantas dan memberikan informasi yang sesungguhnya mengenai penyakit kusta di dunia.” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 15 November 2017.

Sementara itu Ketua The Nippon Foundation, Yohei Sasakawa menjelaskan “Kusta ini masih tetap saja dianggap suatu penyakit yang kutukan ataupun penyakit yang berdasarkan mitos-mitos yang tidak sehat. Maka dari itu, saya menegaskan kedatangannya untuk memberantas penyakit kusta.

“Penyakit kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dan apabila di obati itu dapat disembuhkan secara tuntas. Ia pun mengaku siap bekerja sama dengan Indonesia, terutama Jakarta, untuk memberantas penyakit kusta.” ungkap Sasakawa.

“Kami betul-betul ingin bekerja sama untuk meniadakan penyakit kusta ini dari Indonesia. Itu tujuan kami,” kata Sasakawa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Kusmedi menjelaskan penderita penyakit kusta yang terjadi di DKI Jakarta sampai saat ini, baik pasien baru maupun pasien lama, mencapai  311 pasien dengan pasien baru mencapai 203 pasien.

Ia mengaku telah menggandeng para mantan penderita kusta untuk memberi motivasi kepada para penderita kusta di Jakarta.

Kusmedi menyebut Provinsi DKI Jakarta sudah bebas dari penularan kusta sejak 2011. Adapun kecamatan dengan kasus kusta tertinggi di antaranya Cakung, Cilincing, Kramat Jati, dan Kalideres sebanyak 64 penderita.

“Tempat-tempat yang biasanya banyak kami temukan yaitu di panti-panti, kemudian juga di penjara, itu kami sering dapatkan kusta yang dari daerah luar Jakarta,” kata Kusmedi.

“Kini pengobatan sudah bisa dilakukan di semua puskesmas kita. Maka deteksi dini kini dapat dilakukan oleh teman-teman melalui program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati,” tandasnya.