Polemik pemurtadan agama di India berlanjut. Kepala Kelompok Hindu berkuasa bersikeras mengajak Muslim dan Kristen pindah agama menjadi Hindu.

Pernyataannya ini memicu perdebatan sensitif di parlemen dan mengancam agenda reformasi ekonomi negeri itu.
Mohan Bhagwat, Ketua Rashtriya Sangh Swayamsewak, sayap kanan yang juga sayap ideologi partai berkuasa Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, mengatakan India adalah “bangsa Hindu” di mana banyak orang Hindu telah dipaksa masuk agama lain. Baca juga: Mumpung Miskin, Muslim Dijebak Pindah Agama
Dari Reuters (21/12), “Kami akan membawa kembali orang-orang yang tersesat itu. Mereka tidak pergi sendiri, “kata Bhagwat dalam pidatonya di Kolkata, India, 20/12. “Mereka terpikat untuk pergi,” kata Bhagwat menambahkan.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Komentar Bhagwat muncul setelah partai Bharatiya Janata Party (BJP), partainya PM Modi mengatakan pihaknya tidak mendukung pemurtadan agama dan menyerukan undang-undang anti-pemurtadan agama.
India adalah negeri mayoritas Hindu dengan setidaknya 1,2 miliar penduduknya adalah Hindu. Sedangkan Muslim hanya mengomposisi sekitar 160 juta, sisanya dalam jumlah lebih kecil adalah Nasrani.
Bulan ini, sekelompok Muslim mengeluh bahwa mereka telah tertipu ketika menghadiri undangan ritual Hindu. Tertipu karena ritual itu adalah jebakan pemurtadan agama. Di lain kesempatan, beberpa petinggi kelompok Hindu bahkan merencanakan menggelar ritual pemurtadan agama besar-besaran pada hari Natal ini, namun dibatalkan oleh polisi setempat setelah PM Modi turun tangan.
Aktifis Hindu menyatakan ritual pindah agama yang mereka lakukan bukanlah jebakan atau pemaksaan, melainkan peristiwa kembalinya umat Hindu yang telah menjadi umat agama lain. “Kami tidak ingin mengajak pindah agama siapa pun, tapi orang Hindu juga tidak harus diajak pindah agama,” kata Bhagwat.
Komentar Bhagwat ini segera mengundang reaksi partai oposisi yang langsung meminta PM Modi untuk segera membawa masalah ini ke majelis tinggi. Namun, Modi belum mengatakan apapun tentangnya. Sebelumnya, Modi telah memperingatkan secara pribadi kepada anggota parlemen di partainya untuk tidak terlibat dalam isu-isu kontroversial seperti isu pemurtadan agama ini.

