Dalam lima tahun terakhir konektivitas antar lembaga keuangan semakin tinggi. Hampir seluruh bank menengah maupun besar memiliki anak usaha di bidang jasa keuangan. Perkembangan yang semakin nyata tersebut pun turut memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan nasional.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan kini telah menjadi sesuatu yang tak asing melihat bank punya anak usaha berupa asuransi, dana pensiun, perusahaan sekuritas, dan lainnya. Bahkan anak usaha tersebut memberikan kontribusi profit yang cukup besar bagi grup perusahaan. “Kita harus menciptakan sinergi optimal dengan adanya interkoneksi ini agar berdaya saing tinggi, dan bisa memitigasi risiko yang muncul, karena itu fokus dan pendekatannya perlu memperhatikan pendalaman pasar modal, revitalisasi asuransi dan dana pensiun. Dengan interkonektivitas yang tinggi, maka pendalaman pasar keuangan nasional perlu jadi perhatian bersama,” kata Muliaman di Indonesia Banking Expo, Kamis (28/8).
Muliaman menambahkan untuk menciptakan industri keuangan yang kontributif, kompetitif, kemudahan akses, dan keterkaitan antar sektor yang semakin masif, maka ada agenda yang perlu diperhatikan. Ia memaparkan setidaknya ada tujuh area penting yang perlu menjadi prioritas. Pertama, dengan interkoneksi yang tinggi, maka memerlukan pengembangan produk dan jasa keuangan yang semakin banyak. “Jadi bagaimana meyakini produk keuangan di bank, institusi keuangan non bank, dan pasar modal saling komplemen, sehingga memberi kemampuan intermediasi dalam pembiayaan pembangunan,” ujar Muliaman.
Kedua, diperlukan pengembangan akses pasar agar lebih mudah dan luas bagi seluruh sektor. Dalam hal ini bagaimana akses pasar konsisten pada setiap sektor, dan penetrasi produk bisa meluas ke seluruh Indonesia. Ketiga, perlunya edukasi SDM yang lebih meluas dalam rangka peningkatan kapasitas industri secara keseluruhan, menginternalisasikan kegiatan dalam seluruh industri keuangan khususnya dalam meningkatkan kemampuan SDM dengan mendorong sertifikasi dan pelatihan.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Keempat, perlunya arah yang jelas dalam pengembangan teknologi dan proses bisnis yang lebih optimal. Kelima, konsistensi regulasi antar sektor. Keenam, mampu mengawasi seluruh industri keuangan secara terintegrasi. Ketujuh, pengembangan kelembagaan dan upaya mendorong persaingan di industri jasa keuangan dan mampu memenuhi kebutuhan layanan keuangan spesifik seperti pembiayaan infrastruktur, pertanian, dan perindustrian. “Tujuh hal itu perlu menjadi perhatian bersama agar industri keuangan nasional bisa lebih kompetitif dan solid, terutama untuk saling melengkapi dan mampu memitigasi berbagai risiko,” pungkas Muliaman.
