banking job fair

Perbanas Banking Jobfair 2014: Serap 60 %, Siap Hadapi AFTA

[sc name="adsensepostbottom"]

Banking Jobfair masih menjadi media strategis untuk ‘jembatan’ antara lulusan perguruan tinggi perbankan dengan dunia kerja.

banking job fairItulah sebabnya kegiatan yang awalnya diadakan setahun sekali itu, untuk tahun ini digelar dua kali oleh Perbanas HRD Club. Apalagi, kata Ketua Perbanas HRD Club, Tony Towoliu, sejak pertama kali kegiatan ini digelar, sebanyak 60 persen pencari kerja mampu diserap dari kegiatan tersebut.

Tony Towoliu mengakui sebagai penyelenggara Banking Jobfair pihaknya tidak melakukan pendataan pasti mengenai jumlah pencari kerja yang terserap lewat kegiatan ini.
 
“Tapi kalau diprosentase ya kira-kira mencapai 60 persen lah,” ungkap Tony.
 
Meski karier di lingkungan perbankan ini digelar oleh Perbanas, bukan berarti ratusan lowongan yang kali ini diikuti oleh 34 bankterkenal seperti Bank Mandiri, Bank Jatim, BCA, CIMB Niaga, BII, Bank Mega, Bank Maspion, CNB, Bank Panin, Bank Bukopin, Bank Yudha Bhakti, BTPN dan lainnya tersebut hanya diperuntukkan untuk sarjana lulusan STIE Perbanas.
 
“Lowongan itu juga terbuka untuk beragam disiplin ilmu lainnya, seperti sarjana teknik sipil, pertanian, dan sebagainya. Bahkan, tak sedikit sarjana pertanian, farmasi dan disiplin ilmu di luar perbanas menempati posisi pimpinan di lingkungan perbanas,” imbuh Tony.
 
Yang berbeda dari Jobfair  yang digelar selama dua hari (20-22 Agustus 2014) di Auditorium STIE Perbanas Jl. Nginden Semolo No. 34-36 Surabaya ini adalah pencari kerja diberikan kesempatan untuk konsultasi karir.
 
Sebab, panitia menyediakan fasilitas Self Assesment test untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada dalam dirinya sehingga dapat mengarahkan pekerjaan apa saja yang kira-kira cocok dengan talent masing-masing.
 
“Selain itu juga dapat langsung berkonsultasi dengan HRD bank, yang akan jadi panduan untuk memenangkan seleksi di perusahaan,” katanya.
 
Ke-34 bank itu menyediakan lowongan untuk fresh graduate maupun bukan, antara lain untuk menempati jabatan Management Development Program (MDP), Kredit Marketing Staff, Account Officer, Customer Service, Customer Relationship Officer Development Program (CRODP), Teller, Bak Office, Administrasi, Front Ofice Staff, SDM, Marketing dan sebagainya.
 
Ditanya soal berapa kebutuhan tenaga di lingkungan perbankan setiap tahunnya, Tony mengaku tidak memiliki data pasti. Selain Perbanas tidak memberikan laporan secara rutin kepada HRD Club, masing-masing bank memiliki kebutuhan yang berbeda. Sehingga sangat sulit bagi Perbanas untuk memberikan data kebutuhan SDM setiap tahunnya.
 
Disinggung soal kesiapan SDM Perbankan jelang AFTA (ASEAN Free Trade Area ) yang bakal berlaku 2015, Tony mengatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai hal itu. Tony bahkan yakin, sumber daya manusia perbankan di Indonesia dikatakan paling siap dibanding bidang lain.
 
Mereka bukan hanya siap dari segi performance, tetapi juga dari skill bahkan kemampuan berkomunikasi. “Ini tidak lepas dari standar yang dipakai Perbanas saat melakukan rekruitmen, mereka menggunakan standar Asia. Itu sebabnya saat pelaksanaan AFTA nanti, SDM perbankan kita tak perlu ada yang dikhawatirkan,” tegas Tony dari Bank Central Asia (BCA).