Jumlah pelaku UKM di Indonesia masih sangat minim. Kementerian Koperasi dan UKM berharap kotribusi perbankan mendorong pengembangan UKM tidak cuma kucuran kredit saja, tapi juga dengan pembinaan.

Menurutnya, minimnya jumlah wirausaha bisa beresiko menjadikan pertumbuhan ekonomi yang tercipta tidak disertai pemerataan kesejahteraan pelaku UKM. Bahkan, kesejahteraan hanya terpusat di kelompok-kelompok atau daerah-daerah tertentu saja. Saat ini, rasio pelaku usaha di Singapura sebesar 7 persen dari total jumlah penduduk, dan Malaysia 5 persen serta Thailand sebesar 3 persen.” Indonesia yang jumlah penduduknya 250 juta jiwa, hanya 1,5 persen,” tukas Puspoyoga.
Puspoyoga berharap rasio wirausaha di Indonesia bisa meningkat menjadi 2 peren dari jumlah penduduk. Oleh karena itu, kontribusi industri perbankan bisa mendorong pengembangan UKM. “Kami apresiasi sekali program Wirausaha Mandiri yang dilakukan Bank Mandiri. Ini membantu kegiatan wirausaha agar pertumbuhan bisa dinikmati masyarakat secara merata,” ujarnya.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Puspoyoga menghimbau agar perbankan berperan tidak hanya membantu dalam kucuran kredit usaha saja, tapi juga melakukan pembinaan jangka panjang dan terus menumbuhkan semangat para wirausahawan.

