Pemerintah R.I. akan menerapkan strategi prefunding dalam APBN 2016 gunamempercepat eksekusi proyek-proyek dalam APBN 2016, serta mencegah penumpukan belanja pada semester II.

Guna mendukung hal tersebutlah, pemerintah memutuskan melakukan prefunding dalam APBN 2016.
“Kalau kita mengandalkan financing yang biasa, itu repot, karena penerimaan pajak Bulan Januari itu masih terbatas, dan masuknya juga mungkin di akhir bulan. Bagaimana dengan proyek yang sudah ditandatangani awal bulan atau pertengahan bulan? Inilah, kita mau hindari mismatch ini, sehingga proyek-proyek yang selama ini tertunda ini bisa dipercepat,” papar Bambang Brodjonegoro.
- Transaksi Nirsentuh dan Debit Online Kartu Shar-E Debit Bank Muamalat Terus Meningkat
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
- CIMB Niaga Umumkan Pemenang Beasiswa Jurnalis dan 4 Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship 2026
- Bank Muamalat dan BMM Hadirkan CWLD Seri 001 untuk Program Gerobak Surya UMKM
Menurut Bambang Brodjonegoro, melalui prefunding, pemerintah berharap kualitas dan penyerapan anggaran tahun 2016 akan lebih baik dibanding pada tahun 2015. Selain itu, ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan, terutama pada triwulan pertama.
“Dan juga membantu pertumbuhan ekonomi, karena bisanya triwulan I itu pertumbuhan ekonominya suka drop karena peran pemerintahnya belum kelihatan. Kita berharap peran pemerintah itu lebih terlihat di triwulan I,” demikian tutup Bambang P.S. Brodjonegoro – Menteri Keuangan R.I.

