Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dimotori oleh konsumsi domestik. Dalam hal e-commerce, masyarakat perkotaan menjadi pasar utama yang menggunakan layanan belanja online itu.

Ie manambahkan pengguna internet tumbuh 20 persen per tahun dan dalam lima tahun ke depan belanja online di Indonesia akan tumbuh 10 kali lipat antara 3-30 persen. Dalam survei yang dilakukannya sekitar 77 persen pelaku bisnis online mengatakan alasan mereka menjual barang online karena banyak orang yang membeli secara online. “Alasan konsumen membeli online karena merasa lebih nyaman, sebanyak 72 persen karena merasa lebih menghemat waktu belanja,” papar Daniel.
Di sisi lain, ia tidak memungkiri masih adanya kekhawatiran konsumen mengenai belanja online, seperti pencurian data probadi, penipuan atau tidak mendapat produk yang mereka inginkan. “Kenapa tidak sering belanja online? Itu karena mereka kuatir terhadap kualitas produk (42 persen) dan barang tidak sampai,” ujar Daniel.
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
- BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center Serahkan Sertifikat Halal untuk 49 UMKM
- CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
Kendati demikian, masa depan e-commerce Indonesia diperkirakan tetap cerah. Daniel mengutarakan sekitar 46 persen konsumen yang sudah pernah berbelanja online berminat untuk berbelanja secara online kembali dalam 12 bulan mendatang. Sementara, bagi yang satu dari dua orang non online shopper juga ingin mencoba berbelanja online dalam 12 bulan ke depan.

