Permata Photo Journalist Grant 2014, program CSR Permata Bank yang secara konsisten mendukung pewarta foto muda Indonesia dalam mewujudkan gagasannya akan foto bertutur yang menginspirasi, semalam (28/3/15) ditutup di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta.

Yoppy berhak mendapatkan hadiah beasiswa ke Amsterdam untuk memperdalam fotografi jurnalistik dan magang di NOOR Belanda dengan dibimbing langsung oleh fotografer ternama internasional – Kadir von Lohuizen, serta menghadiri World Press Photo Award.
Selain pemenang utama diatas, Permata Photo Journalist Grant IV 2014 semalam juga memberikan penghargaan wisuda kelulusan bagi 10 pewarta foto yang mengikuti program pendidikan fotografi bertutur kali ini selama 16 sesi.
Tema dari ajang Permata Photo Journalist Grant (PPG) ini adalah Indonesia Heritage. Menurut Head Corporate Affairs PermataBank – Leila Djafaar, menyatakan kegembiraannya, karena para peserta program tahun ini mampu memahami secara baik Indonesia Heritage yang memiliki keragaman pusaka yang tersebar di pelosok negeri.
“Kreativitas 10 peserta program dalam mengartikulasikan Indonesia Heritage terbentang luas mulai dari kopi, jamu, kuliner, kapal, ondel-ondel, keroncong, seni tari hingga seni pertunjukan,” jelas Leila Djafaar.
Leila lalu menambahkan, pihaknya memilih tema Indonesia Heritage adalah agar kalangan kaum muda di tanah air lebih mengenal dan mau peduli terhadap pelestarian Indonesia Heritage. Selain itu, tema ini juga dipilih untuk memperat kerjasama Indonesia dengan Kerajaan Belanda, yang melalui Kedutaan Besarnya sangat men-support ajang Permata Photo Journalist Grant ini.
Ketua I Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) – Catrini Pratihari Kubontubuh sangat mengapresiasi kegiatan Permata Photo Journalist Grant (PPG) IV 2014 yang mengangkat tema Indonesia Heritage ini.
“Para peserta mampu melihat bahwa Indonesia Heritage tidak hanya berupa pusaka alam, tapi juga pusaka budaya. Saya juga menilai para peserta mampu menerjemahkan Indonesia Heritage tidak hanya dari wujud visualnya saja, melainkan juga dari nilai-nilai kearifannya. Ini sangat penting, karena spirit pusaka Indonesia mampu ditampilkan, baik secara tersirat maupun tersurat dalam karya-karya foto yang dihasilkan oleh para peserta Permata Photo Journalist Grant,” ujar Catrini.
Rangkaian kegiatan seremonial Permata PhotoJournalist Grant (PPG) IV 2014 semalam, akhirnya ditutup dengan acara pembukaan pameran foto hasil karya para peserta program ini, dan peluncuran buku Pusaka Indonesia.

