Meskipun semester I 2015 realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sanggup mencapai angka 4,7%, namun Menteri Keuangan – Bambang P.S. Brodjonegoro merasa yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 ini secara keseluruhan akan berada pada kisaran 5% hingga 5,2 %.

Lebih lanjut menurut Bambang Brodjonegoro, ada beberapa faktor pendukung yang diyakini dapat membuat pertumbuhan ekonomi semester II-2015 lebih tinggi dari semester I-2015. Beberapa kebijakan pemerintah yang baru dapat terselesaikan pada Bulan Juli, misalnya, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada semester II-2015.
“Selain itu, peningkatan belanja infrastruktur pada semester II tahun ini diharapkan juga dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. Banyak kebijakan yang baru selesai pada Bulan Juli, ini diharapkan punya pengaruh terhadap pertumbuhan di semester II (2015), disamping tentunya belanja infrastruktur yang diharapkan makin tinggi,” jelas Bambang lagi.
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
- Sinergi BPKH dan Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
Lebih jauh, menurut Bambang, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bagi wajib pajak orang pribadi dari Rp24 juta menjadi Rp36 juta per tahun, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga, yang pada akhirnya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Belanja rumah tangga diharapkan makin meningkat dengan meningkatnya PTKP,” demikian pungkas Bambang Brodjonegoro – Menteri Keuangan R.I.

