Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada xemester II 2015 diyakini akan lebih baik dibandingkan semester pertama. Apa sajakah indikasinya?

“Pertumbuhan triwulan II-2015 ini berada di kisaran 4,7 persen, ini relatif tinggi jika melihat Indonesia sebagai ekonomi ke lima tertinggi di dunia,” jelas Bambang.
Menurut Bambang, pada semester ke II 2015 pihaknya meyakini banyak faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
“Misalnya, pengeluaran pemerintah yang lebih baik, potensi belanja modal yang lebih besar karena penyerapan akan terserap 65-70 %, investasi swasta yang cenderung meningkat di semester II, serta investasi BUMN yang akan lebih banyak menuju proses penyelesaian,” papar Bambang.
“Di semester I ini belum ada belanja pemerintah dan belanja modal yang cukup berarti. Sedangkan pada semester II (2015) diperkirakan belanja modal sebesar 65-70 % dari nilai yang dianggarkan. Nilai signifikan ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, belum lagi belanja swasta dan investasi BUMN,” lanjut Bambang optimis sambil menutup pembicaraan.

