Ustad Adnin Armas

Petisi untuk Ustad Adnin Armas Berlimpah Pendukung

[sc name="adsensepostbottom"]

Menggalang dana umat untuk Aksi Damai Bela Islam, Ustad Adnin Armas dianggap terlibat pencucian uang.

Sebuah petisi “Keprihatinan, Simpati, dan Dukungan untuk Ulama & Intelektual Muslim: Ustad Adnin Armas,MA” dilaman change. org semakin berlimpah dukungan. Awalnya hanya satu tandatangan pembuat petisi ini yaitu Mustofa.

Petisi tersebut dibuat oleh Mustofa, dan kini berita ini ditayangkan pada Jumat (24/2) pukul 16.30 WIB, petisi ini sudah ditandatangani 2.789 pendukung, dan ditujukan kepada Ustad Adnin Arman.

Berikut isi lengkap petisi tersebut :

Bismillahirrahmanirrahim

KEPADA
USTAD H. ADNIN ARMAS
YANG KAMI CINTAI dan KAMI BANGGAKAN
JANGAN GENTAR dan BERKECIl HATI.

KAMI SEMUA, MURID-MURID ANDA, ALUMNI PESANTREN GONTOR, dan SELURUH KAUM MUSLIMIN YANG MASIH PUNYA AKAL SEHAT dan HATI NURANI. TETAP MENDUKUNG DAN MENDOAKAN ANDA. KARENA KAMI YAKIN ANDA SEDANG DIZALIMI!.

Kami mengenal Ustad Adnin Armas sebagai sosok ulama muda, intelektual yang pintar, pejuang Islam yang gigih, dan seorang pribadi yang shaleh.

Ustad Adnin Armas MA menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Modern  Darussalam Gontor Ponorogo tahun1992, dan melanjutkan ke International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam bidang filsafat.

Lulus S1 dari IIUM, Adnin Armas melanjutkan pendidikan S2 di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought). Dan memperoleh gelar MA dari ISTAC dengan tesis berjudul ”Fakhruddin al-Razi on Time pada tahun 2003, dibawah bimbingan Prof. Dr Paul Lettink dari Belanda.

Sekarang pria berdarah Aceh kelahiran Medan tahun 1972 ini sedang  menulis disertasi doktor di sebuah Universitas di Malaysia dan memimpin redaksi Majalah GONTOR.

Pada intinya, Ustad Adnin Armas dikriminalkan ditetapkan sebagai tersangka, disebabkan oleh kebijakannya untuk meminjamkan rekening Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS) kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) untuk menggalang dana umat Islam, dalam Aksi Damai Bela Islam.

Padahal jelas sekali. Tindakan itu merupakan tindakan yang sangat mulia. Ketika itu para pemimpin bangsa memuji dan bahkan dunia menjadi saksi betapa indahnya Aksi Bela Islam 212 (2 Desember 2016).

Tetapi justru gara-gara itu, Ustad Adnin Armas sekarang dikriminalisasikan! Mari kita bela ulama dan intelektual  kita!

Jika kasus seperti ini dibiarkan terus terjadi, maka satu persatu para ulama, ustada, dan lembaga-lembaga sosial dan pendidikan Islam akan bisa dikriminalisasi dengan berbagai cara.

Cara-cara nya itu tampak jelas seperti merupakan usaha  yang sangat sisitematic untuk menghancurkan kekuatan potensial kaum Muslimin dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, karena ustad Adnin Armas merupakan ulama dan cendekiawan muda yang sangat bernilai tinggi. Belaiu adalah aset umat Islam dan bangsa Indonesia yang begitu berharga, yang seharusnya mendapat bantuan dan dukungan dari para petinggi negeri ini.

Oleh sebab itu sebagai bentuk KEPRIHATIINAN, Simpati, dan Dukungan kepada ustad Adnin Armas, yang sedang dizalimi, kami turut menandatangani Petisi Keprihatinan, Simpati, dan Dukungan untuk Ustad Adnin Armas MA. Sekaligus mendoakan semoga beliau diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian, sebagaimana yang pernah terjadi pada diri Nabi dan orang-orang shaleh!