Banjir dan longsor yang melanda Solok Selatan, Sumater Barat, menyisakan trauma bagi masyarakat terutama anak-anak.

Untuk mengantisipasi adanya ketakutan berkepanjangan pada anak-anak, Lembaga Kemanusiaan PKPU mengadakan program trauma healing untuk anak-anak murid SDN 10 Pasar Muaro Labuh, Solok Selatan. Berbagai kegiatan atraktif ditampilkan seperti pertunjukan sulap, cerita dengan boneka tangan, bernyanyi dan motivasi yang diselipkan dalam permainan khas anak-anak. Program trauma healing yang diikuti hampir 100 murid ini membuat mereka begitu antusias dan tertawa lepas menikmati suguhan permainan yang disajikan oleh tim trauma healing PKPU.
Koordinator Posko Siaga Bencana PKPU di Solok Selatan Hendra Nafsosianto menuturkan, bahwa bantuan yang diberikan kepada korban banjir dan longsor tidak melulu dalam bentuk fisik, aspek psikologis korban bencana juga harus diperhatikan. “Target kami adalah mengembalikan senyum dan semangat anak-anak yang terdampak musibah,” katanya, dilansir dari laman PKPU, Jumat (19/2).
Kabupaten Solok Selatan adalah salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir di Sumatera. Selain program trauma healing, PKPU juga telah mendirikan dapur air, penyaluran paket sembako, nasi bungkus dan perlengkapan sekolah sebagai respon terhadap musibah banjir dan tanah longsor di Solok Selatan.
Di Kabupaten Solok, hampir 100 hektar sawah dan lebih dari 500 rumah terendam banjir. Dari data yang berhasil dihimpun, korban bencana banjir dan longsor tercatat sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Jorong Batang Labuah, 200 KK di Kampuang Tarandam, dan 50 KK di Jorong Bangko. Sementara, di Kabupaten Limapuluh Kota ada 1230 KK yang menjadi korban.

