Jubir Bidang Ekonomi PKS Muda, Muhammad Khalid (kemeja biru, kedua dari kanan) pada diskusi bertajuk "APBN 2018 Buat Siapa?" di kantor DPTP PKS, Jakarta, Selasa (31/10). foto:MySharing.

PKS Muda: APBN 2018  Secara Fiskal Tidak Sehat

Sebaiknya pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi negara terlebih dulu, baru menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ).

Partai Keadilan Sosial (PKS) Muda mengevualis APBN 2018 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dengan mengelar diskusi bertajuk ”APBN 2018 Buat Siapa?” di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Selasa (31/10).

Jubir Bidang Ekonomi Muda, Muhammad Kholid mengatakan, APBN 2018 yang telah disepakati adalah sebuah produk politik. Sehingga APBN menggambarkan prevensi politik kebijakan pemerintah mendatang.

”APBN 2018, PKS Muda melihat pemerintah terlalu optimis sehingga APBN tidak realitis. Sebaiknya pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi negara  dulu, baru menyusun APBN yang realitis,”  ungkap Kholid dalam diskusi bertajuk ”APBN 2018 Buat Siapa?” di kantor DPTP PKS, Jakarta, Selasa (31/10).

Menurutnya, APBN Pemerintahan Jokowi-JK tidak berkesinambungan. Presiden selalu bilang uangnya ada, tinggal kerja saja. Tetapi PKS Mudah melihat justru sebaliknya, uangnya tidak ada dan akhirnya pemerintah terpaksa terus menghutang.

”APBN secara fiskal tidak sehat. Ini akan berbahaya bagi negara. Dalam kondisi normal saja, pemerintah ngos-ngosan. Apalagi kalau datang kondisi kritis baik dari internal maupun eksternal,” tukas Kholid.

Dirinya berpendapat, bahwa pemerintah saat ini gencar melakukan pembelanjaan infrastruktur. Tetapi faktanya, dari pembelanjaaan besar itu, tidak memberikan pertumbuhan ekonomi yang besar  bagi Indonesia.