PNM memperoleh dukungan pembiayaan syariah dari IDB untuk mendorong UMKM di Indonesia.

“Dari IDB sekitar 25 juta dolar AS. Sedangkan, PNM untuk fund-nya sendiri tidak banyak, mungkin PNM standalone fund-nya sekitar 10 persen. Sisa dananya nanti dari pihak yang lain juga, umumnya bank syariah atau bisa juga dengan menggandeng BUMN lain,” cetus Parman usai Diskusi PNM dengan Media, Senin malam (6/7). Baca Juga: UKM Kazakhstan Peroleh Dukungan Pembiayaan
Parman menambahkan saat ini belum ada langkah lanjutan lainnya terkait kerjasama ini, sehingga belum ada pembicaraan bagaimana mekanisme penyaluran pembiayaan syariah bersama dengan IDB, maupun bentuk Syariah Fund. “Jadi apakah bentuknya open end seperti reksa dana bebas atau discretionary fund masih perlu dibahas lagi,” ujar Parman.
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
- Bank Muamalat Indonesia Menutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-81 dengan Meriah
- CIMB Niaga Hadirkan Beragam Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026
- Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Tempatkan Nasabah sebagai Pusat Inovasi
PNM menyalurkan pembiayaan dengan prinsip syariah melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah. Sampai Juni 2015 pembiayaan PNM sudah mencapai Rp 3,8 triliun, dari target Rp 4,1 triliun. Kontribusi pembiayaan syariah tercatat sebesar Rp 200 miliar. Secara keseluruhan rasio pembiayaan bermasalah sebesar 3,8 persen, naik dari periode sama tahun lalu yang sebesar 3,4 persen. Baca: PNM Bidik Kontribusi UlaMM Syariah Minimal 10%
Per 31 Juni 2015, PNM memiliki 591 outlet ULaMM dan 130 kantor cabang yang menjangkau hingga 27 provinsi dengan cakupan 2.931 kecamatan. Sampai 2017 PNM menargetkan memiliki total 1.300 unit dan kantor agar dapat lebih menjangkau masyarakat Indonesia di seluruh provinsi.

