Aa Gym saat ceramah di acara Halal bi Halal yang diselenggarakan Jakarta Islamic School di Komplek Kodam, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (17/7). Foto: MySharing

Pola Didik, Aa Gym : Orang Tua Tidak Menghakimi Anak

[sc name="adsensepostbottom"]

Orang tua jangan selalu kalah, sikap tegas, santun, dan jangan marah harus jadi konsisten hati.

Pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengingatkan agar para orang tua tidak mendidik buah hatinya dengan cara menghakimi anak. Karena, menurut dia, tindakan seperti itu tidak baik dalam proses pendidikan anak.

“Jangan menghakimi anak, tapi  lebih baik jadi orang tua yang suportif dalam hidup ini. Kita harus memberi tauladan dengan sikap tegas dan santun, ” ujar Aa Gym saat mengisi ceramah dalam acara halalbihalal yang digelar Jakarta Islamic School (JISC), Komplek Kodam Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (17/6).

Aa Gym menegaskan, dalam mendidik anak para orang tua juga harus tegas terhadap anak, misalnya dengan cara membuat aturan tertulis yang tidak boleh dilanggar anak. Seperti, anak boleh main hp waktu libur sekolah saja, sedangkan di hari sekolah cuma boleh satu jam saja. Begitu juga saat nonton TV. Ketika si anak merenggek tidak mau mematikan TV dengan alasan acaranya bagus. Maka, orang tua tetap harus tegas, tapi jangan juga  terlalu keras terhadap anak.

“Anak merenggek nangis, itu senjatanya. Orang tua jangan selalu kalah, sikap tegas, santun dan jangan marah harus selalu menjadi konsisten hati. Biar dia akan belajar,” ucap Aa Gym.

Pada kesempatan ini, Aa Gym juga berbagi pengalaman. Sebagai seorang guru di pondok pesantren yang dipimpinnya, ia selalu tegas kepada para santri, konsiten dengan aturan. Aa Gym pun mencontohkan, ketika ada siswa yang ngobrol saat proses belajar, maka konsekueinnya ia harus berdiri. “Tidak ada hukuman, tapi setiap orang akan memikul dari keputusannya. Aturan itu sudah disepati. Dan setiap  orang sangat berpeluang berbuat salah,” ujarnya.

Tapi, tegas Aa Gym, tidak jujur adalah sifat pengecut munafik tidak punya masa depan yang baik.”Tahu salahnya apa? Ngobrol, ya santri itu harus berdiri tanpa dendam tanpa sakit hati. Ini sesuai fakta dan aturan. Tapi kalau ada yang nggak terima, saya juga kasih kesempatan untuk protes. Begitu mendidik anak, tegas, santun, dan jangan pakai marah,” ungkap Aa Gym.

Selain mengingatkan tentang pendidikan anak, dalam cermahnya Aa Gym juga mengingatkan para orang tua dalam berumah tangga.

Menurut Aa Gym, suami yang baik adalah suami yang mendidik istrinya untuk cinta kepada Allah. “Mendidik istri itu bagaimana membuat istri tidak terlalu cinta terhadap suaminya. Tapi, mendidik untuk cinta kepada Allah SWT,” ucap Aa Gym.

Sebab, kata Aa Gym, kalau terlalu cinta kepada pasangan hidup kita, maka tidak ada lagi keiklasan dan kebahagiaan. Apalagi, kalau istri mengagungkan suami dengan berkata : “Suamiku, kaulah segalanya tanpamu, aku akan mati. “Musrik itu!,” tukas Aa Gym.

Kalau istri mau bahagia, maka Aa Gym menyarankan, putuskan harapan dengan mahluk dan hanya berharaplah kepada Allah SWT.Karena semakin hati kita ini bersandar kepada mahluk, maka Allah SWT makin tidak suka. ” Allah SWT yang ciptain, yang melindungi dan yang menutup aip kita.Tapi kenapa hati kita malah bersandar kepada mahluk tak berdaya. Menolak musibah tanpa daya tanpa izin Allah SWT,” kata Aa Gym.

Dalam acara tersebut hadir ratusan jamaah yang terdiri daro guru, orang tua, dan siswa sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Jakarta Islamic School (JISC) dan Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS).

Sebagai informasi, selama ini JISC dan JIBBS menerapkan tiga kurikulum dalam mendidik siawa yaitu, kurikulum Islami, kurikulum Diknas dan kurikulum internasional, sehingga siswa siap menghadapi tantangan dan kesempatan di lingkungan masing masing. JIBBS dan JISC berprestasi dalam segala bidang, baik dalam kurikulum hingga ekstrakurikuler.

Pada tahun ini, JIBBS telah memenangkan kompetisi kungfu nasional di Sentul, menjadi perwakilan sekolah di Bogor dalam kompetisi basket, dan berbagai macam prestasi lainnya. Bahkan, ada juga program khataman Alquran.