Sebanyak 91 persen orang tua telah memilih preferensi bidang pekerjaan bagi masa depan anaknya.
Head of Retail Bank & Wealth Management HSBC Indonesia, Blake Hellam menyebutkan, tuntutan perkembangan zaman ditambah dengan ketatnya persaingan di dunia bisnis maupun dunia kerja, mendorong 1 dari 2 orang tua di Indonesia memilih profesi dengan tingkat penghasilan tinggi bagi anaknya. “Yakni, sebanyak 91 persen orang tua telah memiliki preferensi bidang pekerjaan bagi anak mereka,” ujar Blake dalam acara HSCB Value of Education di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (14/9).
Preferensi tersebut, lanjutnya, tercermin dari jurusan pendidikan yang mereka harapkan akan ditempuh oleh anaknya, yaitu bidang kedokteran (20 persen), ilmu komputer (12 persen), teknik (11 persen), keuangan (7 persen), dan pendidikan(6 persen).
Fakta-fakta ini muncul dari survai tahunan terbaru HSBC, yaitu HSBC Value of Education 2016.Survei ini secara rutin menggali pendapat orang tua di berbagai negara termasuk Indonesia dalam merencanakan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Menurut Blake, pendidikan memang membantu terciptanya masa depan yang cerah. HSBC memahami bahwa para orang tua ingin memastikan anaknya memiliki peluang yang besar untuk meraihnya. Untuk itu survei ini diselenggarakan untuk memahami tantangan dan membantu menyiapkan perjalanan bagi anak menuju sukses. “Kami percaya kesuksesan mereka juga berarti pertumbuhan yang berkesinambungan bagi Indonesia, baik secara SDM maupun ekonomi,” tegas Blake.
Dalam kesempatan ini, Head of Wealth Management HSBC Indonesia Steven Suryana menambahkan, ketatnya persaingan di era pasar bebas dan globalisasi semakin disadari para orang tua untuk segera diantisipasi.
Dari survai HSBC, guna menciptakan anak-anaknya menjadi pemenang, sebanyak 52 persen orang tua Indonesia menjadikan biaya pendidikan sebagai prioritas. 100 persen orang tua memandang menyelesaikan jenjang S1 dipandang sebagai keharusan, mayoritas orang tua 94 persen memandang jenjang S2 pun diperlukan. Mereka juga mendorong anak untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan profesi, yakni sebanyak 89 persen. Dan 91 persen orang tua yang memandang anaknya pentingnya menguasai bahasa asing.
[bctt tweet=”100% orang tua menilai, gelar S1 adalah keharusan untuk anaknya” username=”my_sharing”]
“Yang perlu juga kita pastikan adalah kesiapan finansial. Penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana mempersiapkan keuangan secara strategis agar dapat mendukung ambisi anak dan orang tua,” pungkas Steven.

