Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

[sc name="adsensepostbottom"]

Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif  memiliki potensi yang besar bagi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, pameran “Karya Kreatif Indonesia” ini merupakan salah satu wujud konkrit upaya pengembangan UMKM dari BI.

“Tertujuan untuk mendorong penciptaan dan pengembangan kegiatan ekonomi baru serta melestarikan citra budaya daerah,” kata Agus dalam sambutan pembukaan pameran ” Karya Kreatif Indonesia,” di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (26/8).

Menurutnya, penciptaan dan  pengembangan kegiatan ekonomi baru telah mejadi perhatian bersama, mengingat dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi nasional cenderung melambat yang disebabkan oleh semakin lesunya perekonomian dunia.

“Sejak tahun 2009 pertumbuhan ekonomi terus melemah dan ekonomi Indonesia juga ikut melemah. Tapi, kita melihat ada potensi yaitu industri pariwisata dan industri kreatif yang terus meningkat. Insya Allah, nantinya akan memberikan konstribusi yang bagus bagi indonesia,” papar Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, munculnya kegiatan ekonomi baru dapat menaikan nilai tambah yang pada gilirannya dapat menjaga momentum pertumbuhan dan  menciptakan lapangan kerja. Nilai tambah ini juga akan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga yang akan berkonstribusi pada upaya pengelolaan stabilitas sistem keuangan.

Upaya penciptaan aktivitas baru dapat dilakukan antara lain melalui pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif.

“Kami ingin mengarisbawahi dua kalimat kunci yaitu pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Kita tahu bahwa di dua area ini Indonesia memiliki potensi yang besar, khususnya di kaum perempuan,” tegas Agus.

Karena menurutnya, apabila kaum perempuan bisa meningkatkan produktivitasnya, khususnya  di UMKM dan ekonomi  kreatif akan memberikan  sumbangsih besar untuk Indonesia.