Agar nasabah tertarik, public relations (PR) harus dapat mengkomunikasikan pesan edukasi tentang asuransi kepada masyarakat.

Corporate Marketing & Communication Prudential Indonesia, Nini Sumahandoyo, mengakui ada tantangan yang menghadang pertumbuhan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Seperti halnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tentu persaingan akan semakin ketat. Apalagi literasi keuangan dan penetrasi asuransi masih terbilang rendah. Padahal potensi pasar di Indonesia masih cukup luas.
Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia adalah berupaya meningkatkan dan memperbaiki layanan baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), fasilitas informasi teknologi (IT), inovasi produk serta edukasi kepada masyarakat tentang pentinnya asuransi jiwa untuk masa depan keluarga.
“Di sinilah bagaimana public relations dapat membantu meningkatkan hal itu dan bagaimana kami bisa mengkomunikasikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat luas tentang manfaat asuransi bagi keluarganya,” kata Nini dalam seminar Media Asuransi bertajuk ”Peran Public Relation dalam Kesuksesan Bisnis Asuransi,” di Hotel Le Meridien, Jakarta, pekan lalu.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Nini menegaskan, masyarakat akan melihat dua hal penting dalam memilih perusahaan asuransi jiwa. Yakni perusahaan asuransi tersebut dapat dipercaya dan kondisi keuangan yang kuat.
Karena menurut Nini, ketika nasabah tertarik berinvestasi pada perusahaan asuransi tersebut sangatlah erat kaitannya dengan sejumlah uang yang diberikan atau menjadi iuran yang diserahkan ke perusahaan asuransi jiwa tersebut. ”Good reputation brings good business. Inilah faktor penting kenapa orang memilih asuransi jiwa,” tegas Nini.

