Agar nasabah tertarik, public relations (PR) harus dapat mengkomunikasikan pesan edukasi tentang asuransi kepada masyarakat.

Corporate Marketing & Communication Prudential Indonesia, Nini Sumahandoyo, mengakui ada tantangan yang menghadang pertumbuhan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Seperti halnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tentu persaingan akan semakin ketat. Apalagi literasi keuangan dan penetrasi asuransi masih terbilang rendah. Padahal potensi pasar di Indonesia masih cukup luas.
Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia adalah berupaya meningkatkan dan memperbaiki layanan baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), fasilitas informasi teknologi (IT), inovasi produk serta edukasi kepada masyarakat tentang pentinnya asuransi jiwa untuk masa depan keluarga.
“Di sinilah bagaimana public relations dapat membantu meningkatkan hal itu dan bagaimana kami bisa mengkomunikasikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat luas tentang manfaat asuransi bagi keluarganya,” kata Nini dalam seminar Media Asuransi bertajuk ”Peran Public Relation dalam Kesuksesan Bisnis Asuransi,” di Hotel Le Meridien, Jakarta, pekan lalu.
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Perluas Pengalaman Lifestyle Padel Nasabah dan Masyarakat
- BPKH dan Bank Muamalat Jaga Silaturahmi dengan Jurnalis Medan
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
Nini menegaskan, masyarakat akan melihat dua hal penting dalam memilih perusahaan asuransi jiwa. Yakni perusahaan asuransi tersebut dapat dipercaya dan kondisi keuangan yang kuat.
Karena menurut Nini, ketika nasabah tertarik berinvestasi pada perusahaan asuransi tersebut sangatlah erat kaitannya dengan sejumlah uang yang diberikan atau menjadi iuran yang diserahkan ke perusahaan asuransi jiwa tersebut. ”Good reputation brings good business. Inilah faktor penting kenapa orang memilih asuransi jiwa,” tegas Nini.

